5 Peserta SPPI Meninggal, DPR Minta Program Latsarmil Dihentikan

Komisi I DPR mendesak Kemhan menghentikan sementara Latsarmil SPPI 2026 setelah lima peserta meninggal dunia. Evaluasi menyeluruh diminta demi keselamatan peserta.

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:46 WIB
5 Peserta SPPI Meninggal, DPR Minta Program Latsarmil Dihentikan
Pelaksanaan Latsarmil peserta SPPI 2026 menjadi sorotan DPR setelah lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dilaporkan meninggal dunia. (Foto: Dok. Kemhan)

HALLONEWS.ID – Komisi I DPR mendesak Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menghentikan sementara pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 menyusul meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh menilai insiden tersebut merupakan persoalan serius yang tidak dapat dipandang sebagai kejadian biasa.

Menurutnya, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelatihan.

Ia meminta Kementerian Pertahanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan metode pelatihan yang diterapkan dalam program tersebut.

Dikatakan Oleh, peserta SPPI merupakan masyarakat sipil yang dipersiapkan untuk mengelola koperasi desa dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, sehingga pola pelatihan fisik perlu disesuaikan dengan kemampuan dan latar belakang mereka.

“Jangan sampai tujuan membangun sumber daya manusia unggul justru diwarnai dengan kejadian yang merenggut nyawa peserta,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Legislator dari PKB itu juga mendorong pemerintah mengungkap secara transparan penyebab meninggalnya para peserta serta memastikan adanya perbaikan sistem agar peristiwa serupa tidak terulang.

Program SPPI sendiri dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi di tingkat lokal.

DPR menilai evaluasi menyeluruh diperlukan agar aspek kesehatan, keselamatan, dan kesiapan fisik peserta menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pelatihan di masa mendatang. (min)