Ditahan Spurs di Anfield, Legenda Liverpool Sebut Performa The Reds Sangat Buruk

Liverpool hanya bermain imbang 1-1 melawan Tottenham di Anfield. Jamie Carragher mengkritik keras performa The Reds yang dinilai kehilangan energi dan intensitas musim ini.

Senin, 16 Maret 2026 - 8:00 WIB
Ditahan Spurs di Anfield, Legenda Liverpool Sebut Performa The Reds Sangat Buruk
Meski berhasil mencetak gol, gelandang andalan The Red Dominik Szoboszlai gagal membawa timnya menang atas Tottenham. Foto: IG Liverpool

HALLONEWS.ID – Liverpool harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League di Anfield, Minggu (15/3/2026). Hasil ini memicu kritik tajam dari legenda Liverpool yang kini menjadi analis, Jamie Carragher.

Pertandingan berjalan cukup ketat sejak awal. Liverpool FC sempat membuka keunggulan lewat tendangan bebas indah Dominik Szoboszlai pada menit ke-18. Gol tersebut membuat tuan rumah tampil lebih percaya diri dan mendominasi penguasaan bola sepanjang babak pertama.

Namun dominasi Liverpool gagal berbuah gol tambahan. Sejumlah peluang yang diciptakan lini depan The Reds tidak mampu dimaksimalkan dengan baik. Situasi ini membuat Tottenham tetap bertahan dalam pertandingan hingga menit-menit akhir.

Petaka bagi Liverpool datang menjelang laga usai. Pada menit ke-90, penyerang Brasil Richarlison berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah untuk mencetak gol penyama kedudukan. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 sekaligus memastikan kedua tim berbagi poin di Anfield.

Hasil tersebut langsung menuai kritik keras dari Carragher yang menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Mantan bek Liverpool itu menilai performa Liverpool sangat mengecewakan.

“Penampilan yang sangat buruk. Tanpa bermaksud meremehkan Tottenham, tetapi mereka adalah tim terburuk di Liga Premier saat ini, mungkin dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Carragher seperti dikutip Sky Sport, Senin (16/3/2026).

Menurut Carragher, Tottenham seharusnya menjadi lawan yang bisa dimanfaatkan Liverpool untuk meraih kemenangan, apalagi bermain di kandang sendiri.

“Mereka adalah lawan yang sangat Anda inginkan, bermain di kandang, dengan motivasi dari hasil akhir pekan ini dan untuk menampilkan performa seperti itu. Tapi memang sudah seperti itu sepanjang musim,” katanya.

Carragher juga mempertanyakan apakah masalah Liverpool berasal dari manajer atau komposisi pemain yang ada saat ini.

“Pertanyaan besar yang ada di benak semua orang adalah apakah ini karena manajer atau susunan skuad? Mampukah manajer baru sepenuhnya menghidupkan kembali tipe pemain seperti ini dan membawa kembali energi serta intensitas ke dalam tim? Saya tidak yakin,” lanjutnya.

Ia menilai persoalan utama Liverpool bermula dari kebijakan transfer pada musim panas lalu. Carragher menilai terlalu banyak pemain yang hanya nyaman saat menguasai bola, tetapi kurang agresif saat bertahan.

“Saya rasa sebagian besar masalahnya kembali pada apa yang terjadi di musim panas. Profil pemain yang datang terlalu banyak yang hanya ingin bermain saat bola berada di kaki mereka. Mereka tidak mau berjuang keras dan mempersulit lawan. Itulah mengapa sangat mudah bermain melawan tim Liverpool ini,” tegasnya.

Hasil imbang ini membuat Liverpool kembali kehilangan poin penting dalam persaingan papan atas Liga Inggris. Jika performa inkonsisten ini terus berlanjut, peluang The Reds untuk bersaing di zona Liga Champions bisa semakin terancam.(wib)