Tuchel Ngotot Bela Taktik, Salahkan DNA Sepak Bola Inggris
Thomas Tuchel membela strategi Inggris usai kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Ia menyebut DNA sepak bola Inggris menjadi akar masalah.

HALLONEWS.ID – Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menolak anggapan bahwa kekalahan 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 sepenuhnya disebabkan kesalahan taktiknya. Juru taktik asal Jerman itu justru menilai akar persoalan terletak pada karakter atau “DNA” sepak bola Inggris yang menurutnya masih perlu berubah.
Tuchel mendapat sorotan tajam setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Argentina. Keputusannya memasukkan pemain bertahan tambahan demi mengamankan skor memicu kritik dari banyak pengamat dan mantan pemain.
Meski demikian, Tuchel menegaskan dirinya tidak menyesali keputusan tersebut. Ia mengakui timnya memang bermain terlalu pasif setelah unggul, tetapi menilai persoalan utama adalah ketidakmampuan Inggris mengendalikan tempo permainan ketika berada di bawah tekanan lawan.
Menurut Tuchel, negara-negara seperti Argentina, Spanyol, dan Brasil memiliki budaya bermain yang lebih nyaman dalam menguasai bola serta menjaga ritme pertandingan. Sementara itu, Inggris dinilainya masih lebih mengandalkan intensitas, duel fisik, dan permainan langsung.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut juga menegaskan komitmennya untuk tetap menangani The Three Lions hingga Euro 2028. Ia menepis spekulasi mengenai kemungkinan mundur setelah kegagalan di Piala Dunia.
“Saya berkomitmen 100 persen. Kami memiliki kualitas untuk berkembang dan memenangkan turnamen besar di masa depan,” tegas Tuchel.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga dikabarkan masih memberikan dukungan penuh kepada mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen itu. Mereka percaya proyek jangka panjang yang dibangun Tuchel tetap berada di jalur yang benar meski gagal mencapai final Piala Dunia.
Selanjutnya, Inggris akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Sementara Argentina melaju ke partai final untuk menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia. (wib)
