Tokoh Lebak Minta Bupati dan Wakil Bupati “Cooling Down”: Jangan Saling Buka Borok, Pikirkan Rakyat

Tokoh masyarakat Lebak Koswara Purwasasmita meminta Bupati Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah untuk berdamai dan tidak saling membuka konflik ke publik.

Rabu, 1 April 2026 - 8:45 WIB
Tokoh Lebak Minta Bupati dan Wakil Bupati “Cooling Down”: Jangan Saling Buka Borok, Pikirkan Rakyat
Koswara Purwasasmita, tokoh masyarakat dan pengacara senior Kabupaten Lebak. Foto: Hallonews/Yasril

HALLONEWS.ID – Tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang juga pengacara senior, Koswara Purwasasmita, meminta kepada Bupati Lebak Hasbi Assidiky Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah untuk melakukan “cooling down” dan tidak saling membuka konflik di ruang publik demi menjaga kondusivitas daerah.

Hal ini disampaikan Koswara menyikapi polemik antara bupati dan wakil bupati Lebak saat acara halalbihalal yang berujung digiringnya Amir Hamzah keluar pendopo oleh dua orang PNS setelah Hasbi menyebut Amir Hamzah sebagai mantan narapidana.

“Saya minta bupati dan wakil bupati cooling down dan tidak perlu saling buka borok masing-masing. Mereka harus dewasa dan bekerja untuk memikirkan nasib masyarakat Lebak,” ujar Koswara kepada Hallonews, Rabu (1/4/2026).

Koswara menilai, bisa saja tujuan Hasbi menyebut mantan narapidana bisa menjadi wakil bupati adalah untuk memberikan motivasi bagi warga binaan agar tidak putus harapan mengejar cita-cita. Namun, menurutnya, cara penyampaian yang tidak tepat membuat Wakil Bupati tersinggung.

“Mungkin tujuan dari bupati baik dalam memberikan motivasi bahwa orang yang pernah menjadi warga binaan bukan tidak bisa mengejar cita-cita, namun karena cara penyampaian dan lokasi yang tidak tepat sehingga membuat wakil bupati tersinggung,” kata Koswara.

Namun demikian, ia juga menilai Amir Hamzah tidak perlu mengumbar ke publik bahwa bupati jarang masuk kantor karena hal itu justru memperuncing konflik.

“Intinya keduanya harus ‘cooling down’ dulu dan pikirkan masyarakat Lebak serta sukseskan slogan mereka menjadikan Lebak Ruhay (Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin),” tandasnya.

Koswara berharap, momen Lebaran dapat menjadi kesempatan bagi bupati dan wakil bupati untuk berdamai dan menunjukkan kepada publik bahwa hubungan keduanya sudah kembali harmonis.

Pascakonflik antara bupati dan wakil bupati Lebak, Gubernur Banten Andra Soni mengaku sudah memanggil Bupati Lebak ke pendopo gubernur pada Selasa (31/3/2026).

Gubernur berharap konflik antara bupati dan wakil bupati Lebak segera disudahi demi kepentingan masyarakat. Ia menekankan pentingnya soliditas antara pemimpin daerah, mulai dari gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, hingga wali kota dan wakil wali kota.

“Gubernur adalah perwakilan pemerintah pusat di daerah, sehingga punya kewajiban untuk melakukan pembinaan kepada kepala daerah di kabupaten dan kota,” ujar Andra Soni. (yas)