Pochettino Sedih Lihat Tottenham Terpuruk dan Terancam Degradasi

Mauricio Pochettino menyebut kondisi Tottenham saat ini menyedihkan. Klub yang pernah ia bawa ke final Liga Champions kini terancam degradasi di Premier League.

Jumat, 1 Mei 2026 - 7:00 WIB
Pochettino Sedih Lihat Tottenham Terpuruk dan Terancam Degradasi
Mantan pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino. (Dok IG Mauricio Pochettino for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Mantan pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi tim yang pernah ditukangi kini terpuruk di kompetisi Premier League.

Pochettino menyebut penurunan performa Spurs sebagai sesuatu yang “sangat menyedihkan”. Ia menyoroti kontras besar antara masa kejayaannya bersama klub dengan situasi yang terjadi saat ini.

Pochettino memiliki ikatan kuat dengan Tottenham. Selama menangani klub London tersebut pada 2014 hingga 2019, ia berhasil mengangkat performa tim menjadi salah satu kekuatan utama di Inggris dan Eropa.

Puncaknya terjadi ketika Spurs menembus final Liga Champions UEFA 2019, sebuah pencapaian bersejarah bagi klub.

Namun, sejak kepergiannya, performa Tottenham dinilai terus menurun.

Pergantian pelatih yang berulang, inkonsistensi strategi, serta masalah dalam komposisi skuad menjadi faktor utama kemunduran tim.

Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling sulit bagi Spurs. Klub yang sempat mencicipi kesuksesan di kompetisi Eropa kini justru kesulitan bersaing di liga domestik.

Hasil buruk yang terus berulang membuat mereka terjerumus ke papan bawah klasemen.

Situasi tersebut membuat Tottenham kini harus berjuang keras untuk menghindari zona degradasi.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin jadi sangat krusial bagi kelangsungan mereka di Premier League musim depan.

Pochettino menilai bahwa Tottenham telah kehilangan identitas permainan yang dulu menjadi ciri khas mereka. Saat ia melatih, Spurs dikenal dengan gaya bermain agresif, intensitas tinggi, dan kolektivitas tim yang solid.

Kini, menurutnya, hal tersebut sudah tidak lagi terlihat secara konsisten di lapangan. Ia pun berharap klub dapat segera menemukan kembali arah dan filosofi permainan yang jelas.

Tekanan pun semakin besar bagi manajemen dan staf pelatih saat ini untuk segera membalikkan keadaan. Jika tidak, Tottenham berpotensi mengalami salah satu musim terburuk dalam sejarah mereka di era modern.

Bagi para penggemar, situasi ini tentu menjadi pukulan berat. Klub yang beberapa tahun lalu bersaing di level tertinggi Eropa kini harus berjuang untuk sekadar bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.(wib)