Patroli QR Presisi Polda Lampung Digeber, Polisi Siaga 24 Jam Buru Pelaku Kejahatan
Polda Lampung memperkuat patroli QR Presisi untuk menekan kejahatan jalanan. Tim terhubung layanan 110 dan bergerak cepat di titik rawan kriminalitas.

HALLONEWS.ID – Polda Lampung memperkuat patroli malam melalui Tim Quick Respon (QR) Presisi guna menekan aksi kejahatan jalanan atau street crime yang meresahkan masyarakat.
Langkah ini dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto menegaskan kehadiran Tim QR Presisi menjadi bentuk nyata negara hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Tim Patroli Quick Respon Presisi Polda Lampung merupakan representasi negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Sumarto saat memimpin patroli pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Patroli dilakukan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi titik rawan kriminalitas, termasuk jam-jam yang berpotensi terjadi aksi begal, pencurian, hingga tindak kriminal jalanan lainnya.
Selain patroli mobile, personel juga melakukan patroli dialogis dengan mendatangi pos kamling dan berinteraksi langsung dengan warga.
Menurut Sumarto, pola patroli tersebut diharapkan mampu memberikan efek gentar kepada para pelaku kejahatan sehingga dapat mencegah aksi kriminal sebelum terjadi.
“Kehadiran Tim QR Presisi diharapkan mampu memberikan efek deterrence kepada para pelaku street crime,” katanya.
Tak hanya itu, Tim QR Presisi juga terhubung langsung dengan layanan darurat 110 sehingga memudahkan masyarakat melaporkan kejadian secara cepat. Dengan sistem tersebut, personel di lapangan dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian perkara (TKP).
“Tim QR Presisi terkoneksi dengan layanan 110, sehingga harapannya bisa secepat mungkin tiba di TKP, menyelamatkan korban, menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti,” jelasnya.
Polda Lampung berharap patroli intensif tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas jalanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Negara tidak boleh kalah. Negara harus hadir,” tegas Sumarto. ( min)
