Dedie Rachim Lantik Kepala Satpol PP dan DLH Kota Bogor, Tekankan Penataan PKL hingga Proyek PSEL

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melantik Kepala Satpol PP dan Kepala DLH, pejabat fungsional. Wali Kota menekankan penataan PKL serta percepatan pembangunan PSEL

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:30 WIB
Dedie Rachim Lantik Kepala Satpol PP dan DLH Kota Bogor, Tekankan Penataan PKL hingga Proyek PSEL
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim melantik sejumlah pejabat Pemkot Bogor. (Foto: Hallonews/Yopy Doroh)

HALLONEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terdiri atas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, pejabat fungsional, dan kepala sekolah. Pelantikan berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor.

Dalam pelantikan tersebut, Pupung resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, sementara Rudy Mashudi dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

Dedie Rachim mengatakan, pengisian dua jabatan strategis itu bertujuan memastikan pelayanan publik serta pelaksanaan program prioritas Pemkot Bogor berjalan lebih optimal.

Ia menegaskan, Satpol PP memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban umum, terutama terkait penataan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruang publik seperti Alun-alun Kota Bogor, Lapangan Sempur, dan Taman Heulang.

Menurut Dedie, Pupung yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP telah memahami tugas yang diemban sehingga diharapkan dapat bekerja lebih maksimal setelah resmi dilantik.

“Masyarakat memiliki harapan besar terhadap penanganan PKL dan upaya menjaga ketertiban. Pak Pupung sebelumnya sudah beberapa bulan menjadi Plt. Kasatpol PP. Kini saya berharap beliau dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab karena kewenangannya sudah penuh,” ujar Dedie Rabu (1/7/2026).

Kepada Kepala DLH yang baru, Rudy Mashudi, Dedie berpesan agar melanjutkan program strategis pengelolaan sampah, khususnya pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dalam waktu dekat memasuki tahap konstruksi.

Ia menyebutkan, proyek PSEL yang telah dirintis sebelumnya kini memasuki tahapan penting dengan agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 8 Juli mendatang.

“Program PSEL harus terus dikawal agar berjalan sesuai rencana. Tugas Pak Rudy adalah melanjutkan proses yang sudah dirintis sehingga target pembangunan dapat tercapai,” katanya.

Dedie menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).

Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan secara berkelanjutan seiring pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah.

Selain melantik Kepala Satpol PP dan Kepala DLH, Pemkot Bogor juga melantik Rudiyana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi Staf Ahli, empat pejabat fungsional, serta dua kepala sekolah.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penguatan organisasi pemerintahan sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

Terkait sejumlah jabatan yang masih kosong, Dedie menjelaskan Pemkot Bogor masih menunggu hasil uji kompetensi sebelum kembali melakukan pelantikan.

Ia memperkirakan pengisian jabatan yang masih kosong akan dilakukan dalam satu hingga dua pekan ke depan setelah seluruh rekomendasi administrasi selesai diproses. Sementara itu, posisi yang belum terisi tetap dijalankan oleh pelaksana tugas atau Plt. (opy)