Demi Selamat dari Degradasi, Tottenham Tawarkan Kontrak 5 Tahun ke Roberto De Zerbi
Tottenham tawarkan kontrak 5 tahun kepada Roberto De Zerbi di tengah ancaman degradasi. Negosiasi serius tengah berlangsung.

HALLONEWS.ID – Krisis yang melanda Tottenham Hotspur memaksa manajemen bergerak cepat. Klub asal London Utara itu kini dilaporkan tengah melakukan negosiasi serius dengan Roberto De Zerbi untuk mengisi posisi pelatih kepala secara permanen.
Menurut laporan terbaru Sky Sport, Selasa (31/3/2026), Spurs bahkan sudah mengajukan tawaran kontrak jangka panjang selama lima tahun kepada pelatih asal Italia tersebut.
Langkah ini menunjukkan keseriusan klub dalam mencari solusi instan sekaligus jangka panjang setelah berpisah dengan Igor Tudor.
De Zerbi, yang sebelumnya menangani Brighton dan sempat dikaitkan dengan sejumlah klub top Eropa, tapi kini dia disebut mulai terbuka terhadap peluang melatih Tottenham. Padahal sebelumnya ia sempat ingin menunggu hingga musim panas sebelum menentukan langkah berikutnya setelah meninggalkan Marseille.
Situasi darurat menjadi alasan utama percepatan negosiasi. Tottenham saat ini berada di posisi rawan, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi Premier League dengan tujuh pertandingan tersisa. Kondisi ini membuat manajemen tidak punya banyak waktu untuk bereksperimen.
Legenda sepak bola Inggris dan Arsenal yang kini menjadi analis, Paul Merson, bahkan mendesak klub London itu tidak ragu mengeluarkan dana besar demi mengamankan jasa De Zerbi.
Menurutnya, keberhasilan bertahan di Premier League jauh lebih berharga dibanding biaya perekrutan.
“Jika dia bisa menyelamatkan mereka dari degradasi, itu akan menjadi investasi terbaik,” pesan Merson.
Dukungan juga datang dari mantan pemain dan pelatih Tottenham , Tim Sherwood.
“Saya sungguh menyukainya, . Saya menyukai kepribadiannya. Saya sudah mengatakan beberapa bulan lalu bahwa dialah orang yang tepat untuk datang ke Tottenham,” beber Sherwood.
Dia menyatakan lebih memilih De Zerbi daripada Mauricio Pochettino.
“Untuk jangka panjang De Zerbi memainkan gaya yang diinginkan penggemar Tottenham. Dia membuka ruang di lapangan, tetapi tidak sekarang. Gaya itu tidak dibutuhkan sekarang, yang mereka butuhkan sekarang adalah pelatih yang dapat diandalkan dan dia pelatih yang dapat diandalkan,” ujarnya.
Meski demikian, tantangan besar tetap menghadang. De Zerbi dikenal dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan build-up dari lini belakang—gaya yang membutuhkan waktu untuk diterapkan secara efektif. Di tengah tekanan hasil instan, hal ini bisa menjadi risiko tersendiri.
Namun, rekam jejak De Zerbi bersama Brighton menjadi alasan kuat di balik ketertarikan Spurs. Ia sukses membawa klub tersebut tampil kompetitif di Premier League dan bahkan menembus kompetisi Eropa, menjadikannya salah satu pelatih paling menjanjikan di Eropa saat ini.
Tottenham berharap bisa segera merampungkan kesepakatan dalam waktu dekat, bahkan sebelum para pemain kembali dari jeda internasional. Jika tercapai, penunjukan ini bukan hanya menjadi proyek jangka panjang, tetapi juga misi penyelamatan darurat musim ini.
Kini, semua mata tertuju pada keputusan De Zerbi—apakah ia siap mengambil tantangan besar dan menyelamatkan Spurs dari ancaman degradasi. (wib)
