MPL PGIW Jawa Barat 2026: Gereja Dipanggil Jadi Terang di Tengah Krisis Bangsa
Sebanyak 49 utusan dari 66 gereja anggota, 14 utusan PGIS, serta jajaran MPH, MP, BPP, dan komisi-komisi hadir dalam persidangan yang membahas beragam issue penting termasuk lingkungan.

HALLONEWS.ID – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Jawa Barat menggelar Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) pada 13–14 Februari 2026 di Hotel Sutan Raja Soreang, bersama tuan rumah PGIS Kabupaten Bandung.
Sidang ini menegaskan arah pelayanan gereja di tengah tantangan kebangsaan, krisis ekologi, tekanan ekonomi, hingga disrupsi kecerdasan buatan.
Sebanyak 49 utusan dari 66 gereja anggota, 14 utusan PGIS, serta jajaran MPH, MP, BPP, dan komisi-komisi hadir dalam persidangan.
Turut membuka sidang, Ketua Umum PGIW Jabar, Pdt. Em. Paulus Wijono bersama Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Darwin Darmawan.
Mengusung tema “Hiduplah Sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran” (Efesus 5:9) dengan subtema Mewujudkan Ecclesia Domestica yang Memulihkan Kehidupan Bangsa dan Merawat Ciptaan, sidang menegaskan bahwa keluarga sebagai “gereja domestik” harus menjadi ruang pemulihan di tengah kerapuhan sosial.
Dalam refleksi teologisnya, Pdt. Darwin Darmawan menekankan bahwa, MPL bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan “ritme ziarah” gereja membaca tanda-tanda zaman.
Gereja, tegasnya, dipanggil menghadirkan pastoral yang holistik pendampingan, pemulihan, dan rekonsiliasi di tengah kompleksitas persoalan bangsa.
Secara organisatoris, sidang menerima laporan kerja dan keuangan 2025 serta mengesahkan program dan anggaran 2026.
Tiga gereja resmi diterima sebagai anggota PGIW Jabar yakni Gereja Kasih Setia Indonesia, Gereja Kristen Setia Indonesia Sabas, dan Gereja Allah Peduli Indonesia. Sidang juga meneguhkan PAW MPH, termasuk penguatan bidang Litbang.
“Keputusan penting lainnya, MPL 2027 akan digelar oleh PGIS Kota dan Kabupaten Sukabumi,” kata Pendeta Darwin melalui rilisnya yang diterima wartawan media ini Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, melalui pesan sidang, PGIW Jabar menyerukan doa dan aksi nyata bagi korban bencana di berbagai daerah. Gereja-gereja didorong memperkuat kesatuan oikumene, membangun persaudaraan lintas agama, serta aktif merawat keberagaman sebagai anugerah Tuhan.
Di bidang pendidikan, gereja diminta menopang sekolah-sekolah Kristen dan memperjuangkan kualitas guru agama. Dalam isu ekonomi, gereja diharapkan hadir lewat diakonia karikatif, pemberdayaan warga, dan advokasi kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial.
“Sidang juga menegaskan pentingnya kebebasan beribadah tanpa gangguan serta mendesak pemerintah menjamin penegakan hukum yang adil sesuai Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.
Isu lingkungan turut menjadi sorotan, dengan ajakan kepada pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga keutuhan ciptaan demi masa depan bersama.
MPL PGIW Jawa Barat 2026 menutup persidangan dengan komitmen memperkuat peran gereja sebagai terang bukan hanya dalam liturgi, tetapi dalam aksi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. (opy)
