Pengamat Sebut Safari Politik Jokowi Dinilai Turut Memengaruhi Sentimen Pasar
Pengamat menilai dinamika hubungan politik antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpotensi memengaruhi stabilitas politik serta sentimen ekonomi nasional.

HALLONEWS.ID – Persaingan politik di tingkat elite dinilai tidak hanya berdampak pada konstelasi kekuasaan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
“Perkembangan hubungan politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan pelaku usaha maupun investor,” ujar Pengamat politik Citra Institute, Yusak Farchan pada Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, kepastian politik menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kepercayaan pasar.
“Meningkatnya persaingan elite dapat memunculkan ketidakpastian yang kemudian memengaruhi sentimen ekonomi,” kata Yusak.
Ia menilai intensitas safari politik Jokowi perlu dilihat dalam konteks hubungan politik yang sedang berkembang.
“Jika komunikasi antarelite tetap terjaga, stabilitas politik dan ekonomi berpeluang tetap kondusif,” jelasnya.
“Sebaliknya, apabila rivalitas semakin terbuka dan memicu ketegangan politik, kondisi tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan nasional,” tambahnya.
Karena itu, Yusak menilai hubungan yang harmonis antara para pemimpin nasional menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap iklim ekonomi Indonesia.
“Stabilitas pemerintahan dan kepercayaan investor sangat bergantung pada hubungan politik para pemimpin nasional,” pungkasnya. (fer)
