Polri Mutasi 1.121 Personel Sekaligus, Ratusan Kapolres dan Sejumlah Kapolda Berganti
Polri memutasi 1.121 personel, termasuk sejumlah Kapolda dan 190 Kapolres. Rotasi ini disebut untuk memperkuat organisasi dan pelayanan.

HALLONEWS.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan perombakan besar-besaran di jajaran internal. 1.121 personel perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dimutasi melalui tujuh surat telegram yang diterbitkan pada 25 Juni 2026.
Rotasi tersebut mencakup promosi jabatan, perpindahan tugas, hingga penguatan struktur organisasi di tingkat pusat dan daerah. Sejumlah posisi strategis, termasuk jabatan Kapolda dan ratusan Kapolres, ikut mengalami pergantian.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Trunoyudo, Jumat (26/6/2026).
Dari total 1.121 personel yang dimutasi, sebanyak 748 personel mendapat promosi jabatan maupun perpindahan setara. Pergantian juga terjadi pada sejumlah posisi penting, termasuk jabatan Kapuslitbang Polri yang kini diemban Brigjen Pol. Didi Hayamansyah.
Di tingkat kewilayahan, Polri menunjuk Brigjen Pol. Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh dan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Selain itu, tiga posisi Wakapolda juga mengalami pergantian.
Perombakan terbesar terjadi di jajaran kepolisian daerah dengan promosi terhadap 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, dan Kapolres Metro.
Langkah ini dilakukan bersamaan dengan pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), empat Polres Tipe D baru, serta peningkatan status delapan Polres menjadi Polresta.
Menurut Trunoyudo, penyesuaian struktur tersebut bertujuan memperkuat pelayanan kepolisian sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan keamanan yang terus berubah.
Mutasi kali ini juga menandai meningkatnya peran polisi wanita (Polwan) di posisi strategis. Sebanyak 45 Polwanmemperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya memimpin wilayah sebagai Kapolres.
Selain rotasi dan promosi, kebijakan ini mencakup pengukuhan jabatan delapan personel, penempatan puluhan lulusan pendidikan pengembangan, hingga pemberangkatan personel untuk mengikuti program pendidikan lanjutan pada tahun anggaran 2026.
Polri menegaskan seluruh proses mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, sistem merit, serta hasil evaluasi kinerja, dengan harapan para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (dul)
