Sapa dan Senyum Hangat dari Papua Pengunungan
Satgas Damai Cartenz 2026 bersama Polres Lanny Jaya menggelar patroli dialogis menyambangi warga. Pendekatan humanis ini untuk menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

HALLONEWS.ID – Kehadiran aparat kepolisian di wilayah pegunungan Papua tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
Hal ini terlihat saat personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Lanny Jaya melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi langsung permukiman warga, Sabtu (7/3/2026).
Patroli yang dipimpin Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans Daniel Tamaela ini menyasar sejumlah titik pemukiman di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan wilayah. Mereka juga berhenti di beberapa titik untuk berbincang dengan warga, menyapa masyarakat, serta mendengarkan berbagai aspirasi maupun keluhan secara langsung.
Pendekatan ini menjadi upaya Polri untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis di tengah masyarakat.
Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans Daniel Tamaela mengatakan patroli dialogis menjadi cara efektif membangun komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat.
“Patroli ini bukan sekadar memantau situasi keamanan. Personel kami juga berdialog dengan warga agar tercipta hubungan yang lebih dekat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah komitmen kami untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.
Kegiatan patroli tersebut mendapat respons positif dari warga. Banyak masyarakat merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat yang datang langsung menyapa dan berdiskusi mengenai kondisi keamanan di lingkungan mereka.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Menurutnya, patroli dialogis tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara. Melalui komunikasi yang baik dan pendekatan persuasif, stabilitas keamanan dapat tercipta bersama,” jelasnya. (min)
