12 Tahun Mengabdi di Pesisir Papua, Sosok Guru Ini Jadi Penggerak Pendidikan dan Stabilitas

Sofyan Hadi, kepala sekolah di Mimika, 12 tahun mengabdi di pesisir Pomako. Dorong pendidikan dan dukung stabilitas keamanan Papua secara humanis

Sabtu, 25 April 2026 - 15:30 WIB
12 Tahun Mengabdi di Pesisir Papua, Sosok Guru Ini Jadi Penggerak Pendidikan dan Stabilitas
Sofyan Hadi, kepala sekolah di Mimika, 12 tahun mengabdi di pesisir Pomako. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas di wilayah pesisir Timika, sosok Sofyan Hadi, S.Pd., Gr., hadir sebagai motor penggerak perubahan.

Selama 12 tahun mengabdi di kawasan Pomako, ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai pendidik, tetapi juga menjadi pilar penting dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Sebagai Kepala SD Negeri Pomako 1, Sofyan konsisten menjalankan proses belajar mengajar meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. Ia juga aktif menjalin komunikasi dengan orang tua serta lingkungan sekitar guna mendorong partisipasi pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir.

Perannya tidak sekadar mengajar di ruang kelas. Sofyan berkembang menjadi figur sentral yang turut mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk membuka masa depan generasi muda, khususnya di daerah yang jauh dari pusat pembangunan.

“Pendidikan menjadi fondasi penting bagi anak-anak di wilayah pinggiran agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya, Sabtu (25/04/2026).

Selain fokus pada dunia pendidikan, Sofyan juga menaruh perhatian terhadap stabilitas keamanan di Papua. Ia mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan aparat melalui Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Menurutnya, pendekatan persuasif melalui kegiatan sosial, patroli rutin, hingga pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa kehadiran aparat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.

“Pendekatan humanis ini penting karena mampu menciptakan rasa aman sekaligus kedekatan antara aparat dan masyarakat,” kata Sofyan.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap upaya menjaga keamanan wilayah yang dilakukan secara profesional dan terukur, termasuk melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat di wilayah rawan.

Lebih lanjut, Sofyan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan membangun pendidikan di Papua, khususnya bagi generasi muda, demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Pengabdian panjang Sofyan Hadi di pesisir Pomako menjadi bukti bahwa pembangunan di Papua tidak hanya bergantung pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan sektor pendidikan. Dari ruang kelas sederhana di pesisir, ia menanamkan harapan besar bagi lahirnya generasi unggul dan berdaya saing di masa depan. (min)