Astamaops Kapolri Tinjau Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis hingga Pencegahan Malaria

Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran meninjau wilayah operasi di Papua, menekankan pendekatan humanis, sinergi dengan masyarakat, serta pencegahan malaria demi menjaga kesiapan personel.

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:20 WIB
Astamaops Kapolri Tinjau Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis hingga Pencegahan Malaria
Astamaops Kapolri Komjen Pol Mohammad Fadil Imran meninjau wilayah Operasi Damai Cartenz-2026 di Papua. Foto Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol Fadil Imran melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah operasi di Tanah Papua untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif sekaligus mengevaluasi kesiapan personel Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole.

Dalam kunjungan tersebut, Fadil didampingi Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani bersama jajaran Stamaops Polri, Polda Papua Tengah, Korps Brimob, dan pejabat utama Operasi Damai Cartenz-2026.

Selain meninjau pelaksanaan operasi, Astamaops Kapolri menerima paparan mengenai perkembangan situasi kamtibmas, evaluasi penanganan gangguan keamanan, hingga berbagai program pembinaan masyarakat yang telah dijalankan di wilayah operasi.

Menurut Fadil, keberhasilan menjaga keamanan di Papua tidak hanya bergantung pada kesiapan personel, tetapi juga pada kemampuan aparat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Fadil Imran, Rabu (15/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fadil juga berdialog dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat guna menyerap aspirasi serta memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Malaria Jadi Perhatian Utama

Selain aspek keamanan, Fadil memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan personel yang bertugas di wilayah operasi, terutama ancaman penyakit malaria yang masih menjadi risiko di sejumlah daerah di Papua.

Ia meminta seluruh komandan sektor memastikan langkah-langkah pencegahan malaria diterapkan secara disiplin, mulai dari konsumsi obat pencegahan, penggunaan kelambu dan perlengkapan pelindung diri, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan dan para komandan melakukan pengawasan secara melekat,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari tercapainya sasaran penugasan, tetapi juga dari kemampuan seluruh personel menyelesaikan tugas dalam kondisi sehat dan selamat.

Astamaops Kapolri juga menginstruksikan penguatan perlindungan personel (force protection), dukungan logistik, pelayanan kesehatan, serta fungsi komando dan pengendalian di setiap pos operasi.

Di sisi lain, sinergi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan diminta terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.

Motivasi Tingkatkan Profesionalisme

Sementara itu, Kaops Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.

Faizal mengatakan kunjungan Astamaops Kapolri menjadi penyemangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Menurut Faizal, arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, dan perhatian terhadap kesehatan personel akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Amole.

Ia menegaskan operasi akan terus mengedepankan langkah preventif, preemtif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Tanah Papua.

Faizal menambahkan, pendekatan berbasis kearifan lokal akan tetap menjadi strategi utama untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi di lapangan. (min)