Terungkap! Pengemudi Mobil yang Nekat Melintasi Jembatan Gantung di Cianjur Akhirnya Minta Maaf

Identitas pengemudi mobil yang viral karena nekat melintasi jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, akhirnya terungkap

Senin, 13 Juli 2026 - 23:00 WIB
Terungkap! Pengemudi Mobil yang Nekat Melintasi Jembatan Gantung di Cianjur Akhirnya Minta Maaf
sebuah mobil melewati jembatan gantung yang viral di sosial media. (Foto: Hallonews/potongan video viral)

HALLONEWS.ID – Identitas pengemudi mobil yang viral karena nekat melintasi jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, akhirnya terungkap.

Pengemudi tersebut diketahui berinisial AG (48), warga Kampung Wangunjaya, Desa Mekarwangi, dan telah mengakui kesalahannya serta menyampaikan permohonan maaf.

Kepala Desa Mekarwangi, Sandi Nurhakim, mengatakan pihaknya segera menelusuri identitas pemilik mobil berpelat nomor F 1284 TC setelah video aksi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

“Pengemudinya sudah kami hubungi. Identitasnya sudah diketahui, yakni AG, warga Kampung Wangunjaya,” ujar Sandi, Senin (13/7/2026).

Menurut Sandi, AG mengaku memilih melintasi jembatan gantung untuk menghemat waktu perjalanan menuju Kota Cianjur.

Jika menggunakan jalur alternatif, perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam, sedangkan melalui jembatan tersebut hanya sekitar satu jam.

Meski demikian, AG menyadari tindakannya merupakan kesalahan karena jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor.

“Yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya. Selain itu, penumpang juga tidak turun saat kendaraan melintas sehingga sangat berbahaya dan berpotensi merusak jembatan. Dia sudah meminta maaf dan akan membuat video klarifikasi serta permohonan maaf,” kata Sandi.

Pemerintah Desa Mekarwangi sebelumnya telah memasang papan larangan bagi kendaraan roda empat untuk melintasi jembatan tersebut.

Namun, papan peringatan itu diketahui dicopot oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Larangan sebenarnya sudah ada, tetapi hilang. Kami akan memasangnya kembali sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menegaskan jembatan gantung tersebut memang tidak dirancang untuk dilalui kendaraan roda empat.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna, tetapi juga berisiko merusak struktur jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

“Tindakan itu tentu dapat merugikan banyak pihak jika sampai menyebabkan kerusakan jembatan, karena memang bukan peruntukannya dilintasi mobil,” katanya.

Pemkab Cianjur juga berencana meningkatkan status jembatan tersebut menjadi jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat, apabila kondisi anggaran memungkinkan.

“Nanti akan kami lihat ketersediaan anggarannya. Jika memungkinkan, jembatan ini akan dibangun menjadi jembatan permanen agar bisa dilintasi mobil,” tambahnya.

Sebelumnya, video sebuah minibus berwarna hitam yang membawa sekitar delapan penumpang melintasi jembatan gantung di Kampung Batu Bodas, Desa Mekarwangi, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, pengemudi terlihat mengarahkan kendaraan secara perlahan agar ban tetap berada di atas pelat baja jembatan, sementara para penumpang tampak tegang selama proses penyeberangan.

Aksi berbahaya tersebut menuai berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (opy)