Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Korlantas Terapkan Strategi Berbeda di Setiap Wilayah

Operasi Patuh 2026 digelar dengan konsep kewilayahan. Setiap daerah diberi kewenangan menyesuaikan pola penindakan sesuai tingkat kerawanan lalu lintas masing-masing

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:00 WIB
Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Korlantas Terapkan Strategi Berbeda di Setiap Wilayah
Korlantas beri kewenangan daerah menyesuaikan pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Foto: Korlantas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri menerapkan pola berbeda dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026 di setiap wilayah Indonesia.

Melalui konsep operasi mandiri kewilayahan, setiap daerah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan pola pengawasan dan penindakan berdasarkan tingkat kerawanan serta karakteristik pelanggaran lalu lintas di wilayah masing-masing.

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, mengatakan pendekatan tersebut diterapkan agar operasi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, kondisi lalu lintas di setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga strategi penanganannya tidak dapat disamaratakan.

“Meski begitu, seluruh jajaran tetap diminta mengoptimalkan penggunaan sistem ETLE sebagai tulang punggung penegakan hukum dalam Operasi Patuh 2026,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Selain penindakan digital, polisi juga tetap akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran yang tidak tertangkap kamera pengawas.

Aries menegaskan, operasi ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, seperti pengendara yang melawan arus hingga kendaraan dengan pelat nomor yang tidak sesuai aturan.

Korlantas berharap Operasi Patuh 2026 dapat menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih tertib sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis. Namun porsinya tetap terbatas, hanya 10 persen,” tambahnya. (fer)