Badai Goretti Hantam Inggris, Layanan Kereta Dihentikan, Warga Diminta Tetap di Rumah
Badai Goretti menghantam Inggris pada Kamis (8/1/2026). Met Office keluarkan peringatan merah, layanan kereta dihentikan, dan warga diminta tetap di rumah.

HALLONEWS.ID— Badai Goretti menerjang Inggris sejak Kamis (8/1/2026) siang hingga malam waktu setempat, memicu gangguan luas pada transportasi dan aktivitas publik. Badan Meteorologi Inggris, Met Office menetapkan peringatan merah di sejumlah wilayah dan meminta warga tetap berada di dalam rumah karena ancaman serius terhadap keselamatan.
Dalam pernyataan resminya, Met Office menegaskan tingkat bahaya badai ini. “Cuaca berbahaya diperkirakan akan terjadi dan dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan jiwa. Masyarakat harus mengambil tindakan untuk melindungi diri dari dampaknya,” tulis Met Office dalam peringatan merah yang berlaku Kamis (8/1/2026) pukul 16.00–23.00 waktu setempat di Cornwall dan Kepulauan Scilly.
Met Office juga menggambarkan Goretti sebagai “peristiwa multi-bahaya”, karena menghadirkan angin kencang, hujan lebat, salju, dan es secara bersamaan.
“Embusan angin yang sangat kuat berpotensi menyebabkan kerusakan struktural, puing beterbangan, gelombang laut besar, serta gangguan serius pada transportasi dan pasokan listrik,” lanjut lembaga tersebut.
Dampak paling terasa terjadi pada transportasi kereta api. Network Rail menghentikan layanan kereta di Cornwall sejak Kamis sore, menyusul meningkatnya risiko keselamatan.
“Dengan kondisi angin ekstrem dan potensi pohon tumbang ke jalur rel, perjalanan dinilai tidak aman. Penghentian layanan dilakukan demi melindungi penumpang dan petugas,” kata Network Rail dalam keterangannya.
Angin Ekstrem dan Salju Tebal
Badai Goretti, yang dinamai oleh Météo-France, membawa embusan angin mendekati 106,9 km/jam di sejumlah wilayah Inggris. Di Kepulauan Scilly, Met Office mencatat embusan jauh lebih ekstrem, mendekati 99 mph atau sekitar 159 km/jam, dan memecahkan rekor di Bandara St Mary’s.
Di pedalaman, Met Office memperingatkan hujan akan berubah menjadi salju lebat di Midlands, Wales, dan dataran tinggi seperti Peak District, dengan ketebalan 10–15 sentimeter, bahkan hingga 30 sentimeter di daerah tinggi. Puluhan sekolah ditutup dan sejumlah jalan utama diblokir sebagai langkah pencegahan.
Imbauan Tetap di Rumah
Menanggapi eskalasi cuaca, pemerintah Inggris mengirim peringatan darurat langsung ke ponsel warga di area peringatan merah pada Kamis sore. Pesan tersebut meminta masyarakat menunda perjalanan yang tidak penting dan berlindung di rumah hingga badai mereda.
Pemimpin Dewan Cornwall, Lee Frost, menegaskan keseriusan situasi. “Peringatan merah adalah yang paling serius dan jarang terjadi. Kami meminta warga tetap di rumah dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Cuaca ekstrem juga meluas ke luar daratan utama Inggris. Jersey Met Office mengeluarkan peringatan merah angin, sementara otoritas di Guernsey mengimbau warga tidak keluar rumah selama puncak badai.
Hingga Kamis malam, belum ada laporan resmi korban jiwa akibat Badai Goretti. Namun Met Office menegaskan risiko masih tinggi.
“Kondisi akan tetap berbahaya selama peringatan berlaku. Ikuti saran resmi dan hindari perjalanan,” tegas Met Office. (ren)
