1000 Hari Genosida di Palestina, Dompet Dhuafa Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Gaza

Dompet Dhuafa terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza setelah 1.000 hari konflik Palestina. Bantuan pangan, kesehatan, air bersih, hingga dukungan pemulihan terus digulirkan bersama masyarakat Indonesia.

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:43 WIB
1000 Hari Genosida di Palestina, Dompet Dhuafa Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Gaza
Dompet Dhuafa terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza setelah 1.000 hari konflik Palestina. (Dompet Dhuafa for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Memasuki 1.000 hari krisis kemanusiaan di Palestina, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza di tengah kondisi yang semakin memprihatinkan.

Melalui berbagai jalur kemanusiaan, lembaga filantropi tersebut memastikan amanah masyarakat Indonesia tetap dapat menjangkau warga Palestina meski akses bantuan sangat terbatas.

Berdasarkan keterangan resmi Dompet Dhuafa, sekitar 90 persen wilayah Gaza mengalami kerusakan akibat konflik berkepanjangan.

Sebagian besar kawasan sudah tidak layak huni, sementara krisis pangan dan layanan kesehatan terus memburuk. Diperkirakan hampir 400.000 warga hanya mampu makan sekali sehari, sedangkan lebih dari 62 persen persediaan obat-obatan layanan kesehatan primer telah habis.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, mengatakan lembaganya selama tiga tahun terakhir terus berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia, jaringan kemanusiaan internasional, dan mitra lokal di Gaza untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan.

“Bantuan yang kami salurkan meliputi paket pangan darurat bagi keluarga pengungsi, obat-obatan, alat kesehatan, dukungan operasional ambulans, bahan bakar rumah sakit, perlengkapan musim dingin, dapur umum, distribusi makanan siap saji, penyediaan air bersih, hingga pengiriman kontainer bantuan kemanusiaan melalui Mesir,” ujar Ahmad Juwaini dalam siaran pers, Kamis (9/7/2026).

Pada 2026, Dompet Dhuafa kembali mengirimkan tim kemanusiaan ke Mesir dengan membawa kontainer berisi bahan pangan dan alat kesehatan. Ambulans wakaf yang telah beroperasi di Gaza juga terus memberikan layanan bagi korban konflik.

Selain itu, Dompet Dhuafa ikut berpartisipasi dalam misi solidaritas internasional melalui Global Sumud Flotilla dan Global Peace Convoy Indonesia.

Tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, Dompet Dhuafa juga menyiapkan program pemulihan pascakonflik. Program tersebut mencakup penguatan fasilitas kesehatan, penyediaan alat medis, serta rehabilitasi layanan publik ketika kondisi di Gaza memungkinkan.

Dompet Dhuafa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang selama hampir tiga tahun terakhir terus menunjukkan solidaritas melalui donasi kemanusiaan.

Menurut lembaga tersebut, setiap bantuan yang diterima diupayakan menjadi makanan bagi warga yang kelaparan, obat bagi korban yang terluka, perlindungan bagi para pengungsi, serta harapan bagi anak-anak Palestina yang hidup di tengah konflik.

Seribu hari krisis di Palestina menjadi pengingat bahwa kebutuhan bantuan kemanusiaan masih sangat besar dan memerlukan dukungan berkelanjutan dari masyarakat internasional. (adv)