FA Panggil Bos Man Utd Jim Ratcliffe Usai Ucapan “Inggris Dijajah”

FA memanggil bos Manchester United Jim Ratcliffe usai pernyataan “Inggris dijajah” soal imigrasi. PM Keir Starmer hingga Rachel Reeves mengecam keras.

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:44 WIB
FA Panggil Bos Man Utd Jim Ratcliffe Usai Ucapan “Inggris Dijajah”
Salah satu pemilik Manchester United, Jim Ratcliffe, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan kontroversialnya terkait ucapan “Inggris dijajah” oleh imigran. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID-Pernyataan kontroversial salah satu pemilik bersama Manchester United (Man Utd), Jim Ratcliffe, soal imigrasi berbuntut teguran dari otoritas sepak bola Inggris.

The Football Association (FA) dilaporkan telah berbicara langsung dengan Jim Ratcliffe, Jumat (20/2/2026) untuk mengingatkannya tentang tanggung jawab sebagai figur yang terlibat dalam sepak bola Inggris, khususnya saat menyampaikan pandangan di ruang publik. Meski demikian, FA tidak menjatuhkan sanksi atau tindakan disipliner lanjutan.

Kontroversi mencuat setelah Ratcliffe dalam wawancara media menyebut Inggris telah “dijajah” oleh imigran. Ia juga menyinggung tingginya jumlah penerima tunjangan dan arus migrasi yang menurutnya membebani negara.

Ucapan tersebut segera memicu gelombang reaksi, baik dari kalangan politik maupun komunitas sepak bola pada Kamis (19/2/2026) malam hingga Jumat (20/2/2026).

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer pada Jumat (20/2/2026), menyebut pernyataan itu sebagai komentar yang menyinggung dan tidak tepat. Ia bahkan secara terbuka mendesak Ratcliffe untuk menyampaikan permintaan maaf.

Menteri Keuangan Rachel Reeves turut mengecam keras dan menyebut pernyataan tersebut “menjijikkan”.

Permintaan Maaf dan Respons Klub

Di tengah tekanan publik, Ratcliffe kemudian menyampaikan penyesalan. Ia mengakui pilihan kata yang digunakan telah menyinggung sebagian masyarakat di Inggris maupun Eropa.

Namun, respons tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik. Sejumlah kelompok suporter Manchester United menilai permintaan maaf itu kurang tegas.

Tak lama berselang, pada Jumat (20/2/2026) sore, Manchester United mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen klub terhadap keberagaman. Klub menyebut Manchester sebagai kota yang terbuka bagi siapa pun serta menyoroti latar belakang global para pemain, staf, dan pendukungnya.

Di sisi lain, pemimpin Reform UK, Nigel Farage, justru membela Ratcliffe. Ia menilai komentar tersebut mencerminkan pandangan yang menurutnya valid, meski menuai reaksi keras.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana pernyataan seorang pemilik klub besar dapat meluas menjadi polemik nasional. Bagi FA, langkah mengingatkan tanpa menjatuhkan sanksi menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan tanggung jawab figur publik di dunia sepak bola Inggris. (ren)