Harga GPU & DDR5 Mulai Turun! Setelah Naik 50%, Pasar Hardware Akhirnya Mendingin?

Harga GPU Radeon RX 9000 dan memori DDR5 mulai terkoreksi hingga 20% di Jepang dan Eropa. Apakah ini tanda pasar hardware global mulai stabil?

Selasa, 24 Februari 2026 - 9:00 WIB
Harga GPU & DDR5 Mulai Turun! Setelah Naik 50%, Pasar Hardware Akhirnya Mendingin?
RX 9070 XT Foto: Dok. AMD

HALLONEWS.ID – Setelah melonjak tajam sejak akhir 2025, harga GPU dan memori akhirnya menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Sejumlah data ritel dari Jepang dan Eropa memperlihatkan koreksi harga hingga 15–20 persen pada beberapa produk populer, terutama kartu grafis kelas menengah-atas dan kit memori DDR5.

Meski belum kembali ke level “normal”, tren ini menjadi sinyal awal bahwa pasar hardware global mulai menemukan titik keseimbangan baru setelah berbulan-bulan mengalami tekanan pasokan dan lonjakan biaya produksi.

Radeon RX 9000 Turun Tajam di Jepang

Koreksi harga paling jelas terlihat pada lini Radeon RX 9000 di pasar Jepang.

Model Radeon RX 9070 XT yang sempat menyentuh harga terendah sekitar ¥130.000 kini turun ke kisaran ¥108.000. Secara rata-rata, harga juga turun dari sekitar ¥144.000 menjadi ¥124.000—penurunan sekitar 15 persen dari puncaknya pada Januari 2026.

Sementara itu, Radeon RX 9060 XT 16GB mengalami koreksi lebih dalam. Dari rata-rata puncak ¥87.000, kini berada di kisaran ¥71.000, atau hampir 20 persen lebih rendah.

Lonjakan harga sebelumnya dipicu oleh kombinasi keterbatasan pasokan GPU pesaing, kenaikan biaya memori, dan tingginya permintaan pasca musim liburan. Namun grafik harga terbaru menunjukkan batas toleransi konsumen mulai tercapai. Ketika harga melonjak terlalu tinggi, permintaan langsung melemah—dan pasar pun terkoreksi.

Tekanan harga juga mulai mereda di pasar memori, khususnya kit DDR5 32GB di Eropa.

Beberapa kit DDR5-6000 dan DDR5-6400 yang sebelumnya melonjak tajam kini mulai mengalami penyesuaian harga di pasar ritel Jerman. Walau belum kembali ke level sebelum lonjakan, arah pergerakan menunjukkan bahwa fase kenaikan ekstrem sudah mulai mereda.

Namun pasokan masih tergolong ketat, sehingga koreksi berlangsung bertahap dan belum merata di semua wilayah. Harga memori global tetap berada di atas level akhir 2025.

Koreksi Sementara atau Awal Normalisasi?

Perlu dicatat, penurunan 15–20 persen ini lebih tepat disebut sebagai pullback dari puncak harga, bukan normalisasi penuh. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah model GPU dan RAM sempat naik hingga 40–50 persen dibanding periode sebelumnya.

Berakhirnya musim belanja liburan, meningkatnya harga rakitan PC secara keseluruhan, serta kecenderungan konsumen menunda upgrade menjadi faktor utama melemahnya permintaan.

Untuk saat ini, pasar tampaknya sedang mencari titik keseimbangan baru. Namun selama harga chip memori tetap tinggi dan pasokan belum benar-benar longgar, kecil kemungkinan harga GPU dan DDR5 kembali ke level akhir 2025 dalam waktu dekat.

Bagi konsumen, ini mungkin bukan waktu terbaik—tetapi jelas bukan lagi periode terburuk. (kim)