Liverpool Bangkit Lewat Bola Mati, West Ham Dipermalukan 5-2 di Anfield!
Liverpool pesta gol 5-2 atas West Ham di Anfield lewat tiga gol bola mati. Arne Slot sebut detail kecil jadi kunci kebangkitan The Reds di Liga Inggris 2025/26.

HALLONEWS.ID – Pesta tujuh gol tersaji saat Liverpool menundukkan West Ham United dengan skor 5-2 pada pekan ke-28 Premier League 2025/26 di Anfield, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal kebangkitan efektivitas bola mati The Reds yang sebelumnya sempat menuai kritik.
Tim asuhan Arne Slot tampil agresif sejak menit awal. Gol cepat Hugo Ekitike pada menit kelima membuka kran gol tuan rumah. Berawal dari situasi sepak pojok, Ekitike memanfaatkan kemelut di kotak penalti untuk membawa Liverpool unggul 1-0.
Dominasi berlanjut lewat sundulan Virgil van Dijk pada menit ke-24, kembali dari skema bola mati.
Menjelang turun minum, Alexis Mac Allister memastikan keunggulan 3-0 setelah memaksimalkan bola liar hasil sepak pojok.
Tiga gol babak pertama semuanya lahir dari situasi set piece—sesuatu yang jarang terlihat dari Liverpool musim ini.
West Ham sempat mencoba bangkit. Tomas Soucek memperkecil skor menjadi 3-1 pada menit ke-49 melalui sundulan. Namun respons cepat datang dari Liverpool. Cody Gakpo mencetak gol keempat pada menit ke-70 usai menerima assist Ekitike.
Tim tamu kembali menipiskan jarak lewat Valentin Castellanos, tetapi gol bunuh diri Axel Disasi pada menit ke-82 memastikan kemenangan telak 5-2 untuk Liverpool.
Tambahan tiga poin membawa Liverpool naik ke peringkat kelima dengan 48 poin dari 28 laga. Sebaliknya, West Ham masih terpuruk di posisi ke-18 dengan 25 poin dan makin terancam degradasi.
Pelatih kepala Liverpool, Arne Slot, menegaskan keberhasilan timnya mencetak tiga gol dari bola mati menjadi fondasi kemenangan 5-2 atas West Ham United.
Menurutnya, efektivitas dalam situasi sepak pojok menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
“Hal terpenting adalah kami mencetak tiga gol dari bola mati. Itu alasan kami menang,” ujar Slot seperti dikutip Sky Sport, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejak awal musim Liverpool sebenarnya mampu menciptakan peluang dari skema serupa, namun kerap kurang beruntung dan bahkan kebobolan dari situasi tersebut.
Kini, dengan beberapa penyesuaian kecil dalam detail organisasi permainan dan formasi, hasilnya mulai terlihat.
Slot juga mengakui sempat merasakan ketegangan di stadion ketika West Ham mencoba bangkit di babak kedua. Meski demikian, ia menilai tidak pernah ada momen di mana keunggulan Liverpool benar-benar terancam.
“Kami tetap menciptakan peluang dan sekarang peluang itu berhasil masuk. Semuanya terasa lebih baik,” katanya.
Di kubu lawan, pelatih West Ham Nuno Espirito Santo mengaku kecewa dengan hasil akhir, tetapi tetap melihat sisi positif dari performa timnya.
Ia menilai anak asuhnya mampu membangun kombinasi serangan dengan baik, terutama di babak kedua. Namun, kesalahan dalam mengantisipasi bola mati membuat mereka harus membayar mahal.
“Ini hasil yang buruk, tetapi saya melihat tim yang tidak menyerah,” ujarnya.(wib)
