Akan Menderita 10 Pekan ke Depan, Gary Neville Ramal Arsenal Juara Liga Inggris
Gary Neville jagokan Arsenal juara Premier League, tapi peringatkan 10 minggu krusial penuh tekanan saat hadapi Manchester City dan jadwal padat.

HALLONEWS.ID – Legenda Manchester United sekaligus pundit sepak bola Inggris, Gary Neville memprediksi Arsenal akan memenangkan perburuan gelar Premier League musim ini.
Ia menjagokan Arsenal FC akan finis di atas Manchester City, tetapi memperingatkan bahwa The Gunners akan menghadapi “10 minggu penuh penderitaan” sebelum benar-benar meraih trofi bergengsi tersebut.
“Mereka memiliki kualitas, kekuatan fisik, dan pengalaman tiga tahun terakhir setelah mengalami kekalahan. Mereka harus kerja keras dan menanggung penderitaan selama 10 minggu lagi,” papar Neville seperti dikutip SkySport, Selasa (3/3/2026).
Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin usai menang 2-1 atas Chelsea. Meski City masih menyimpan satu laga tunda, Neville menilai mentalitas tim asuhan Mikel Arteta jauh lebih matang dibanding musim-musim sebelumnya.
Menurut Neville, kunci utama Arsenal bukan lagi soal kualitas teknis, melainkan ketahanan mental di fase krusial musim ini. Pengalaman tiga musim terakhir—di mana mereka selalu kandas dalam perburuan gelar—justru jadi modal penting.
Namun tantangan terbesar datang dari padatnya jadwal. Arsenal masih bertarung di empat kompetisi dan berpeluang memainkan hingga 21 pertandingan dalam 87 hari jika melaju ke final Piala FA dan Liga Champions.
Situasi ini membuat rotasi skuad dan manajemen kebugaran menjadi faktor penentu.
Neville menilai Arteta tak bisa sembarangan mengorbankan kompetisi tertentu.
Liga Champions dan final Piala Carabao menuntut skuad terbaik, sementara di Premier League mereka tak boleh terpeleset sedikit pun. Risiko cedera dan kelelahan bisa jadi pembeda antara juara atau kembali menjadi runner-up.
Di sisi lain, City tetap menjadi ancaman nyata. Neville menyebut tim asuhan Pep Guardiola sebagai “mesin” yang terbiasa menutup musim dengan sempurna. Tekanan psikologis akan terus menghantui Arsenal hingga pekan terakhir.
Meski demikian, ia yakin Arsenal kali ini memiliki keseimbangan skuad yang lebih baik. Rekrutan baru memberi kedalaman, dan respons tim setelah kekalahan menyakitkan sebelumnya menunjukkan karakter juara mulai terbentuk.
Bagi Arsenal, ini bukan sekadar perburuan trofi, melainkan kesempatan mengakhiri penantian 22 tahun tanpa gelar liga. Sepuluh minggu ke depan akan menjadi ujian terberat—dan mungkin paling menentukan—dalam era Arteta. (wib)
