Kanada Lirik Investasi Pertanian dan Kesehatan di Jawa Tengah
Kanada melirik investasi pertanian dan kesehatan di Jawa Tengah. Nilai investasi Jateng sudah Rp88,6 triliun, Kanada masih di peringkat ke-40.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kanada mulai melirik Jawa Tengah sebagai tujuan investasi baru. Ketertarikan itu muncul setelah provinsi tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi terbarukan dan iklim investasi yang cukup menjanjikan.
Sinyal itu disampaikan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah dan bertemu Gubernur Ahmad Luthfi, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang penjajakan peluang kerja sama, terutama di sektor pertanian dan layanan kesehatan.
Menurut Dutton, kunjungannya merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi Kanada–Indonesia, sekaligus melihat langsung potensi kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Jadi, merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk berada di sini hari ini, dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepada saya di Jawa Tengah,” ujar Dutton.
Momentum penjajakan investasi ini juga berkaitan dengan penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Kanada dan Indonesia. Perjanjian perdagangan bebas tersebut dijadwalkan diratifikasi tahun ini dan diproyeksikan membuka ruang lebih luas bagi perdagangan dan investasi kedua negara.
“Karena itu, kami sedang melihat berbagai peluang potensial untuk perdagangan dan investasi antara kedua negara kita, dan tentu saja Jawa Tengah sangat penting dalam hal itu. Kami berharap dapat melakukan lebih banyak kerja sama di sini,” kata Dutton.
Ia menambahkan, Kanada memiliki teknologi yang cukup maju di bidang pertanian modern dan layanan kesehatan. Teknologi tersebut dinilai relevan untuk mendukung pengembangan sektor strategis di Jawa Tengah, termasuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Selama ini Kanada juga telah menjalankan sejumlah program di Jawa Tengah yang berfokus pada pendampingan petani kecil, terutama dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan efisiensi pemanfaatan lahan.
“Pada tingkat komersial, kami memiliki sejumlah teknologi yang relevan untuk pertanian berskala lebih besar di sini. Selain itu, Kanada juga merupakan pemasok penting potash bagi Indonesia, yang digunakan petani sebagai bagian dari pupuk mereka,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif minat investasi tersebut. Ia menilai provinsinya memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama internasional, terutama di sektor yang berkaitan dengan ekonomi terbarukan dan pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.
“Yang Mulia Duta Besar Kanada dengan stafnya sudah datang ke sini. Beliau tertarik dengan Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan kerja sama investasi. Karena di Jawa Tengah, pertama, ekonomi terbarukan sudah ada. Kemudian yang kedua, daerah kita sangat konsen terkait investasi,” kata Luthfi.
Data pemerintah provinsi menunjukkan, nilai investasi yang masuk ke Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar Rp88,6 triliun, dengan sebagian berasal dari investor luar negeri. Meski demikian, kontribusi investasi dari Kanada masih tergolong kecil.
“Hampir Rp88,6 triliun investasi yang datangnya dari luar, dan Kanada saat ini masih di urutan ke-40. Saya berharap Kanada dapat berinvestasi lebih giat, sehingga bisa ikut memajukan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Bagi Jawa Tengah, ketertarikan Kanada menjadi peluang untuk memperluas sumber investasi asing sekaligus mempercepat transfer teknologi di sektor strategis seperti pertanian modern dan layanan kesehatan—dua bidang yang dinilai krusial bagi ketahanan ekonomi daerah. (gaa)
