Wamendagri Wiyagus Desak Pemda Jawa Barat Percepat Eliminasi TBC
Wamendagri Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah di Jawa Barat mempercepat penanggulangan TBC melalui penguatan perencanaan, penganggaran, dan keterbukaan data kasus.

HALLONEWS.ID – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong pemerintah daerah di Jawa Barat untuk mempercepat penanggulangan Tuberculosis (TBC) yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di sejumlah wilayah.
Dorongan tersebut disampaikan Wiyagus saat menghadiri Pertemuan Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata dalam Upaya Percepatan Eliminasi TBC di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, penanganan TBC merupakan bagian dari urusan pemerintahan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Tuberculosis ini salah satu penyakit yang boleh dikatakan endemik dan memang harus mendapat perhatian khusus,” ujar Wiyagus.
Pentingnya Keterbukaan Data Kasus
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya keterbukaan data kasus TBC agar strategi penanganan dapat dirumuskan secara lebih tepat.
Ia meminta pemerintah daerah tidak ragu untuk menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan, meskipun angka kasus yang ditemukan cukup besar.
“Kita jangan malu untuk mengekspos data yang sesungguhnya sekalipun itu besar dari segi angka. Justru dari situ kita bisa menentukan strategi penanganan yang tepat,” katanya.
Menurutnya, data yang transparan akan membantu pemerintah pusat dan daerah menyusun kebijakan kesehatan yang lebih efektif.
Peran Daerah hingga Tingkat Desa
Wiyagus juga menegaskan bahwa percepatan penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi lintas level pemerintahan, mulai dari kabupaten hingga desa.
Peran camat, kepala desa, hingga kader kesehatan masyarakat dinilai sangat penting untuk menjangkau masyarakat secara langsung.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa penanganan TBC tidak hanya berkaitan dengan layanan medis, tetapi juga berbagai faktor sosial yang memengaruhi penyebaran penyakit tersebut.
Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain kepadatan hunian, ventilasi rumah yang kurang baik, kondisi kemiskinan, dan sanitasi lingkungan yang tidak memadai.
Karena itu, penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama lintas sektor serta dukungan dari berbagai pihak.
Upaya Tingkatkan Kualitas Kesehatan Nasional
Melalui pendekatan yang terintegrasi, pemerintah berharap angka kasus TBC dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia nasional.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (agn)
