5 Fakta Pembunuhan Aktivis Pelabuhan Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Ditangkap Polisi

Polisi menangkap pelaku pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman di Bekasi. Korban dikenal vokal mengkritik isu pelabuhan dan pernah mengungkap dugaan korupsi JICT.

Rabu, 11 Maret 2026 - 8:32 WIB
5 Fakta Pembunuhan Aktivis Pelabuhan Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Ditangkap Polisi
Sudirman alias Yuda, pelaku pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman, ditangkap polisi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Humas Polda Metro Jaya for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kasus pembunuhan terhadap aktivis pekerja pelabuhan Ermanto Usman mulai terungkap. Polisi dari Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban di rumahnya di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Pelaku diketahui bernama Sudirman alias Yuda. Ia ditangkap di wilayah Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (9/3/2026) malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin mengatakan pelaku saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Pelaku telah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya,” ujar Iman.

Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Berikut lima fakta pembunuhan Ermanto Usman:

1. Pelaku Ditangkap di Jakarta Utara

Sudirman alias Yuda ditangkap aparat kepolisian pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 18.54 WIB di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pembunuhan yang menghebohkan warga Bekasi tersebut.

2. Korban Dipukul Menggunakan Linggis

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku menyerang korban menggunakan linggis.

Pukulan keras tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah melakukan aksinya, pelaku diketahui membuang linggis yang digunakan ke tanah kosong di depan rumah korban.

3. Istri Korban Juga Menjadi Korban

Dalam peristiwa tersebut, istri korban Pasmilawati juga ikut menjadi korban serangan.

Perempuan berusia 60 tahun itu mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

4. Ermanto Aktivis Pelabuhan yang Vokal

Ermanto Usman dikenal sebagai mantan pekerja di Jakarta International Container Terminal (JICT).

Setelah pensiun, ia aktif sebagai aktivis yang sering menyuarakan berbagai persoalan di sektor kepelabuhanan, termasuk kebijakan pengelolaan pelabuhan nasional.

Sikap kritisnya terhadap sejumlah kebijakan di sektor pelabuhan membuat namanya cukup dikenal di kalangan pekerja dan pemerhati industri maritim.

5. Pernah Ungkap Dugaan Korupsi JICT

Nama Ermanto juga sempat menjadi sorotan publik ketika ia mengungkap dugaan korupsi terkait perpanjangan kontrak pengelolaan JICT antara Pelindo II dan Hutchison Port Holdings.

Audit Badan Pemeriksa Keuangan pada 2015 menemukan indikasi kerugian negara sekitar USD 306 juta atau sekitar Rp4,08 triliun akibat perpanjangan kontrak tersebut hingga tahun 2039.

Hingga kini polisi masih mendalami motif pembunuhan serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. (dul)

a