Aksi Jambret di Jalan Benyamin Sueb Kian Meresahkan, Korban Mengaku Nyaris Tak Pernah Lihat Patroli Polisi
Seorang perempuan menjadi korban penjambretan di Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Utara, setelah diduga dibuntuti dari Ancol. Korban berharap patroli polisi di kawasan rawan itu ditingkatkan.

HALLONEWS.ID – Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga di kawasan Jalan Benyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Utara.
Seorang perempuan bernama Devi Alviani (35), warga Pademangan Barat, menjadi korban penjambretan setelah diduga dibuntuti dua pelaku sejak dari kawasan Ancol, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat Devi pulang usai mengisi bahan bakar sepeda motor. Saat itu ia berboncengan dengan adiknya sambil membawa seorang anak kecil.
Di tengah perjalanan, Devi mulai menyadari ada dua pria yang mengendarai sepeda motor berkapasitas besar mengikuti kendaraan mereka.
Gerak-gerik kedua pelaku dinilai mencurigakan karena beberapa kali melaju zig-zag di belakang motornya.
Meski sempat merasa waswas, Devi memilih tetap melanjutkan perjalanan sambil fokus menjaga keselamatan anak yang dibawanya.
Namun, kekhawatirannya menjadi kenyataan. Dalam hitungan detik, salah seorang pelaku mendekat dan langsung menarik paksa kalung emas yang dikenakannya.
Tarikan keras tersebut membuat leher Devi mengalami luka lecet, sementara kedua pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
“Setelah kejadian saya langsung berteriak meminta pertolongan, tetapi kedua pelaku sudah lebih dulu memacu motornya dengan kecepatan tinggi hingga menghilang,” ujar Devi kepada Hallonews.id, Jumat (17/7/2026).
Akibat kejadian itu, Devi kehilangan kalung emas senilai sekitar Rp8 juta. Selain mengalami kerugian materi, ia juga menderita luka pada bagian leher akibat tarikan pelaku.
Usai kejadian, Devi mendapat informasi dari warga sekitar bahwa Jalan Benyamin Sueb memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kejahatan jalanan, terutama aksi penjambretan pada malam hari.
Kondisi tersebut membuatnya berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut agar masyarakat merasa lebih aman saat melintas.
“Selama melintas di lokasi, saya hampir tidak pernah melihat patroli polisi. Bahkan pos polisi yang berada di sekitar jalan itu terlihat gelap dan tidak tampak ada petugas yang berjaga,” tuturnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Warga berharap aparat keamanan memperkuat patroli rutin dan mengaktifkan pos-pos pengamanan di titik-titik rawan agar aksi kriminal serupa dapat dicegah dan tidak terus memakan korban. (fer)
