Danantara Kejar Groundbreaking PSEL Tahap Kedua, Delapan Mitra Masuk Tahap Finalisasi Proyek

Danantara menargetkan groundbreaking PSEL tahap kedua akhir kuartal III 2026 setelah delapan mitra menyelesaikan PPA, pembiayaan, dan finalisasi proyek.

Jumat, 17 Juli 2026 - 7:00 WIB
Danantara Kejar Groundbreaking PSEL Tahap Kedua, Delapan Mitra Masuk Tahap Finalisasi Proyek
Chief Executive Officer (CEO) DIM, Pandu Sjahrir menyatakan akan mempercepat realisasi proyek PSEL tahap kedua. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – PT Danantara Investment Management (DIM) mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua dengan menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) berlangsung pada akhir kuartal III 2026.

Saat ini, seluruh tahapan persiapan proyek terus dikebut agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal.

Chief Executive Officer (CEO) DIM, Pandu Sjahrir, mengatakan proses menuju groundbreaking diperkirakan rampung pada akhir kuartal III atau paling lambat awal kuartal IV tahun ini.

“Kami berharap akhir kuartal III atau awal kuartal IV seluruh proses persiapan sudah selesai sehingga groundbreaking tahap berikutnya bisa segera dilakukan,” ujar Pandu dalam acara Waste to Energy Talks: Reducing Waste, Powering The Future di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam pengembangan PSEL tahap kedua, DIM bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan delapan mitra terpilih yang akan mengembangkan proyek di berbagai daerah.

Pandu menjelaskan, setelah proses seleksi rampung, para mitra akan memasuki tahap penyelesaian Power Purchase Agreement (PPA) dan financial close bersama Danantara. Kedua tahapan tersebut menjadi syarat utama sebelum proyek dapat memasuki fase konstruksi.

Menurutnya, mekanisme pelaksanaan PSEL tahap kedua akan mengacu pada pola yang telah diterapkan pada proyek tahap pertama, sehingga diharapkan proses implementasi berjalan lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, CEO Denera Fadli Rahman mengungkapkan bahwa proses seleksi dilakukan terhadap 85 daftar penyedia terseleksi (DPT), dengan total 68 proposal yang masuk untuk delapan lokasi pengembangan di 20 kabupaten/kota.

Dari hasil evaluasi tersebut, setiap lokasi telah memiliki satu mitra utama dan satu mitra cadangan. Mitra utama akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) sebagai penetapan bersyarat sebelum resmi menjadi pengembang sekaligus operator proyek PSEL.

Status tersebut baru akan berubah menjadi penetapan definitif setelah seluruh persyaratan dipenuhi, mulai dari penyusunan studi kelayakan (feasibility study), finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan (joint venture company), penyelesaian dokumen komersial, hingga memperoleh persetujuan pembiayaan.

Fadli menambahkan, keberadaan mitra cadangan disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila mitra utama tidak mampu memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dalam proses pengadaan. Dengan skema tersebut, pengembangan proyek PSEL diharapkan tetap berjalan sesuai target pemerintah dalam mempercepat pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan pasokan energi bersih nasional. (agn)