Delapan Pelabuhan Berlomba Jadi Green and Smart Port, Zulhas Dorong Efisiensi Logistik Pangan Nasional

Delapan pelabuhan mengikuti GSPI ASRI 2026 untuk memperkuat efisiensi logistik, digitalisasi, dan mendukung ketahanan pangan nasional berkelanjutan.

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:30 WIB
Delapan Pelabuhan Berlomba Jadi Green and Smart Port, Zulhas Dorong Efisiensi Logistik Pangan Nasional
Menko Pangan Zulkifli Hasan menilai pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi pangan nasional. Foto: Kemenko Pangan for Hallonews

HALLONEWS.ID – Transformasi pelabuhan menuju kawasan yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi terus mendapat respons positif dari para operator.

Sebanyak delapan pelabuhan di Indonesia mengikuti program Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, sebagai langkah memperkuat efisiensi logistik sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Program yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri dari PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan PT Surveyor Indonesia itu menjadi instrumen untuk mendorong penerapan standar pelabuhan berkelanjutan melalui konsep ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau sering disapa Zulhas menilai pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi pangan nasional.

Karena itu, modernisasi pelabuhan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan menekan biaya logistik.

“Pelabuhan merupakan simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, serta menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (15/7/2026).

Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey mendapat mandat menyusun kerangka asesmen berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023, yang mengacu pada regulasi nasional serta praktik terbaik internasional.

Chief Executive Officer IDSurvey, Arisudono Soerono, mengatakan meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin tingginya komitmen industri pelabuhan terhadap prinsip keberlanjutan.

“Kami berharap asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan Indonesia bertransformasi menjadi pelabuhan hijau berstandar internasional yang mampu meningkatkan efisiensi logistik nasional,” katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Sandry Pasambuna.

Menurutnya, SUCOFINDO bersama IDSurvey akan terus mendampingi pelabuhan melalui layanan testing, inspection, and certification (TIC) guna memastikan implementasi Green and Smart Port berjalan konsisten.

“Pendampingan terhadap penguatan standar, asesmen, hingga peningkatan kapasitas pelabuhan akan terus kami lakukan agar transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas semakin memperkuat daya saing nasional,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan GSPI ASRI 2026, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik berhasil meraih nilai asesmen tertinggi secara nasional. Posisi berikutnya ditempati PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera.

Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin**, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung atas komitmen mereka dalam menerapkan standar pelabuhan hijau dan cerdas.

Usai penyerahan hasil asesmen, Menko Pangan bersama sejumlah menteri turut menyerahkan bantuan pangan kepada pengemudi ojek online, nelayan, dan masyarakat sekitar melalui kolaborasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Petrokimia Gresik dalam rangka peringatan HUT ke-54 perusahaan. (agn)