Zulhas Pastikan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan Libatkan Masyarakat Adat

Zulhas memastikan pembangunan KSPEAN Papua Selatan melibatkan masyarakat adat guna memperkuat ketahanan pangan, energi, serta pertumbuhan ekonomi kawasan timur.

Rabu, 15 Juli 2026 - 0:30 WIB
Zulhas Pastikan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan Libatkan Masyarakat Adat
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan. Foto: Kemenko Pangan for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Papua Selatan dengan mengedepankan kolaborasi bersama masyarakat adat.

Pendekatan tersebut dilakukan agar proyek strategis nasional itu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga setempat.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan yang dihadiri kepala daerah, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat adat.

Dalam forum tersebut, Zulhas menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan fisik, tetapi juga membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya ingin lebih banyak mendengar daripada berbicara. Semua aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden agar pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Papua,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, KSPEAN Papua Selatan diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur sekaligus menopang ketahanan pangan, energi, dan protein nasional.

Keberadaan kawasan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Papua terhadap pasokan pangan dari luar daerah, sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau.

Dalam dialog tersebut, Ketua Masyarakat Adat Fredi Gebze menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan KSPEAN.

Ia berharap kawasan itu mampu mengangkat Papua Selatan menjadi pusat produksi pangan yang berdaya saing hingga kawasan Asia Pasifik.

Pemerintah merancang KSPEAN secara bertahap dengan mengembangkan berbagai sektor strategis, mulai dari tanaman pangan seluas 548.059 hektare, perkebunan kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel, perkebunan tebu untuk produksi gula dan bioetanol, hingga pengembangan peternakan sapi dan kerbau guna mendukung swasembada protein.

Selain memperkuat produksi pangan nasional, kawasan ini juga diproyeksikan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Ketahanan Pangan Indonesia yang ditargetkan mencapai angka 82 pada 2029.

Di sisi lain, produksi biodiesel dan bioetanol dari kawasan tersebut diharapkan mendukung peningkatan ketahanan energi nasional.

Usai Rakorda, Zulhas bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah meninjau langsung sejumlah proyek infrastruktur pendukung KSPEAN.

Pelabuhan logistik kawasan telah beroperasi, pembangunan jaringan irigasi mencapai 27 persen dari target 110 kilometer, infrastruktur pengendali banjir telah terealisasi 30 persen, sementara pembangunan jalan Wanam-Muting telah mencapai 35 kilometer dari target 138 kilometer.

Di sektor pertanian, program cetak sawah mulai menunjukkan hasil dengan pembukaan lahan sekitar 200 hingga 300 hektare. Sebagian lahan yang telah ditanami ditargetkan memasuki masa panen perdana pada Oktober hingga Desember 2026.

Zulhas menegaskan, percepatan pembangunan KSPEAN merupakan langkah nyata pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan di Papua sekaligus menciptakan pusat ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

“Pembangunan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang menghadirkan kesejahteraan masyarakat Papua dan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di masa depan,” tegasnya. (agn)