Pertalite Picu Antrean BBM di Bogor, Pertamina Minta Masyarakat Gunakan SPBU Alternatif

PT Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat memanfaatkan SPBU alternatif di wilayah Bogor menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU. Pertamina memastikan distribusi BBM terus berjalan dan stok tetap disalurkan

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:30 WIB
Pertalite Picu Antrean BBM di Bogor, Pertamina Minta Masyarakat Gunakan SPBU Alternatif
antrean panjang motor dan mobil di SPBU Pajajaran, Kota Bogor. (Foto: Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – PT Pertamina Patra Niaga merespons antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bogor.

Perusahaan memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terus dilakukan dan meminta masyarakat memanfaatkan SPBU alternatif apabila menemukan antrean yang terlalu panjang.

Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat (JBB) PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait antrean di sejumlah SPBU.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami telah menerima dan menindaklanjuti informasi dari masyarakat serta menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat ketidaknyamanan pada beberapa SPBU di wilayah Bogor,” ujar Reno dalam keterangan resminya Rabu (15/7/2026).

Untuk mengurangi kepadatan antrean, Pertamina mengimbau masyarakat mengisi BBM di SPBU alternatif yang masih memiliki ketersediaan stok.

Beberapa SPBU alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat berada di koridor Tol (SPBU 33-16905, 34-16704, 34-16708), Cibinong (SPBU 31-16901, 34-16942, 34-16934, 34-16901, 34-16803), Sentul (SPBU 34-16813).

Kemudian di Puncak (SPBU 34-16701, 34-16709), Dramaga (SPBU 34-16602, 34-16605, 34-16607), Jasinga (SPBU 34-16601, 34-16610, 34-16616), Parungpanjang (SPBU 34-16616), Cileungsi (SPBU 34-16804, 34-16814, 34-16819), serta Citeureup (SPBU 34-16904, 34-16818, 34-16907).

“Namun masyarakat tetap perlu menyesuaikan dengan ketersediaan stok di masing-masing SPBU. Penyaluran stok BBM terus kami lakukan,” kata Reno.

Menurutnya, antrean yang terjadi dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat, terutama akibat adanya perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite.

Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan BBM terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat di seluruh SPBU tetap terpenuhi.

Reno juga menjelaskan bahwa implementasi bahan bakar B50 telah dimulai sejak 9 Juli 2026 sesuai kebijakan pemerintah.

Penyalurannya dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas produk dan kesiapan infrastruktur distribusi.

“Penyaluran B50 berjalan secara bertahap dengan tetap memastikan kualitas produk serta kesiapan infrastruktur distribusi sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan agar menghubungi Pertamina Customer Solution 135 atau melalui media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Sementara itu, antrean BBM juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan stok BBM, melainkan terganggunya distribusi akibat minimnya pengemudi truk pengangkut BBM.

“Ini sebenarnya bukan kelangkaan BBM-nya, tapi yang langka itu adalah pengemudi yang mengantar BBM-nya,” ujar Bobby usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/7).

Menurut Bobby, distribusi sempat terganggu setelah terjadi pemberhentian massal terhadap pengemudi truk pengangkut BBM, sehingga banyak armada distribusi tidak dapat beroperasi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berkoordinasi dengan Pertamina dan kepolisian untuk mempercepat penanganan agar distribusi BBM kembali normal. (opy)