Teror Jambret di Jalan Benyamin Sueb Bikin Resah, Polisi Janji Usut hingga Tuntas
Polsek Pademangan mengusut kasus penjambretan yang menimpa Devi Alviani di Jalan Benyamin Sueb. Korban telah diperiksa, sementara polisi melakukan olah TKP dan memburu pelaku.

HALLONEWS.ID – Kasus penjambretan yang menimpa seorang perempuan di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan Timur, Jakarta Utara, kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Polsek Pademangan memastikan penyelidikan terus berjalan setelah korban resmi dimintai keterangan.
Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala mengatakan, penyidik dari Unit Reserse Kriminal telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus meminta korban membuat laporan polisi sebagai dasar pengusutan kasus tersebut.
“Perkara ini menjadi atensi kami untuk segera diungkap,” kata Daniel dikonfirmasi pada Sabtu (18/7/2026).
Korban, Devi Alviani (35), warga Pademangan Barat, mengaku telah memenuhi panggilan penyidik bersama adiknya yang menjadi saksi saat aksi penjambretan terjadi.
Menurut Devi, penyidik meminta penjelasan secara rinci mengenai kronologi kejadian, mulai dari rute perjalanan hingga detik-detik pelaku merampas kalung emas yang dikenakannya.
“Saya sudah dimintai keterangan terkait seluruh rangkaian kejadian, termasuk posisi kami saat pelaku mendekat dan melarikan diri,” ujarnya.
Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu Devi baru pulang setelah mengisi bahan bakar sepeda motor. Ia berboncengan dengan adiknya sambil membawa seorang anak kecil.
Dalam perjalanan melintasi Jalan Benyamin Sueb, Devi mulai merasa ada dua pria yang mengendarai sepeda motor berkapasitas besar terus mengikuti kendaraan mereka.
Kedua orang itu beberapa kali bergerak tidak beraturan di belakang motor korban sehingga menimbulkan rasa curiga.
Meski diliputi kekhawatiran, Devi memilih tetap melanjutkan perjalanan sambil berusaha menjaga keselamatan anak yang dibawanya.
Tak lama kemudian, salah seorang pelaku mendekat dan seketika menarik kalung emas yang melingkar di leher korban.
Tarikan kuat itu menyebabkan leher Devi mengalami luka lecet, sementara kedua pelaku langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
“Saya sempat berteriak meminta pertolongan, tetapi pelaku sudah keburu kabur,” tutur Devi.
Akibat aksi tersebut, Devi kehilangan kalung emas yang ditaksir bernilai sekitar Rp8 juta. Selain mengalami kerugian materi, ia juga mengalami luka di bagian leher akibat tarikan pelaku.
Setelah kejadian, Devi mengaku mendapat informasi dari warga bahwa Jalan Benyamin Sueb kerap disebut sebagai salah satu lokasi yang rawan aksi kejahatan jalanan, khususnya penjambretan pada malam hari.
Ia berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli di kawasan tersebut agar masyarakat, terutama perempuan dan keluarga yang melintas pada malam hari, dapat merasa lebih aman. (fer)
