Pembangunan GOR Pajajaran Disorot, Kadispora Bogor Bantah Pejabat Kongkalikong dengan Kontraktor

Pemkot Bogor memastikan revitalisasi GOR Pajajaran berjalan sesuai standar. Kadispora Anas Rasmana membantah kontraktor terkait pejabat dan menegaskan penggunaan rumput berkualitas Jerman

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:00 WIB
Pembangunan GOR Pajajaran Disorot, Kadispora Bogor Bantah Pejabat Kongkalikong dengan Kontraktor
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Anas Rasmana. (Foto: Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat ekosistem olahraga melalui revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran mendapat perhatian dan apresiasi dari masyarakat.

Meski demikian, publik berharap proses pembangunan dilakukan secara maksimal agar mampu melahirkan kembali atlet-atlet berprestasi dari Kota Bogor.

Revitalisasi GOR Pajajaran menjadi pembaruan terbesar sejak fasilitas olahraga tersebut dibangun pada 1982.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Menara Setia dengan masa pelaksanaan selama lima bulan sesuai kontrak.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas Rasmana, menegaskan bahwa proses pengerjaan dilakukan secara profesional dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Ia juga membantah isu yang menyebut perusahaan pelaksana memiliki keterkaitan dengan pejabat maupun keluarga pejabat.

“Tidak ada keterkaitan dengan pejabat perusahaan ini. Dalam dokumen tender juga ditegaskan rumput stadion harus menggunakan rumput berkualitas dari Jerman. Kalau melanggar, kami akan berikan sanksi,” tegas Anas.

Menurut Anas, revitalisasi tidak hanya mencakup lapangan sepak bola, tetapi juga perbaikan kolam renang dan sejumlah fasilitas olahraga lainnya.

Selain itu, kawasan GOR Pajajaran akan ditata menjadi area olahraga terpadu dengan sistem parkir terintegrasi.

Seluruh area stadion nantinya akan dipagari dan dilengkapi sistem parkir elektronik menggunakan mekanisme tap dan pembayaran digital.

Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan kawasan sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi kas daerah.

“Seluruh area stadion kami pagar. Nanti yang masuk dan keluar tinggal tap dan bayar. Ada pemasukan bagi kas daerah,” ujarnya.

Dalam pengembangan kawasan, Pemkot Bogor juga akan membangun gedung empat lantai yang menghadap langsung ke stadion. Bangunan tersebut dirancang menjadi pusat aktivitas olahraga dan ekonomi.

Lantai pertama akan diisi minimarket serta gerai UMKM, lantai kedua menjadi pusat kebugaran dan fasilitas olahraga lainnya, lantai ketiga diperuntukkan bagi tenant makanan dan produk lainnya, sedangkan lantai keempat menjadi area bersantai yang memungkinkan pengunjung menikmati pertandingan sambil menikmati kuliner dan kopi khas Bogor.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan revitalisasi GOR Pajajaran merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Kota Bogor.

Menurutnya, fasilitas yang lebih modern dan representatif akan memberikan ruang latihan yang lebih baik bagi atlet sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin gemar berolahraga.

“Kami ingin menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih baik agar atlet memiliki tempat berlatih yang memadai dan masyarakat semakin terdorong untuk menjalani pola hidup sehat melalui olahraga,” ujar Dedie, Jumat (17/7/2026).

Dedie juga menilai GOR Pajajaran memiliki nilai historis yang tinggi karena telah menjadi tempat lahirnya banyak atlet berprestasi.

Oleh sebab itu, pembaruan fasilitas dinilai menjadi kebutuhan agar mampu menjawab tuntutan perkembangan dunia olahraga saat ini.

“GOR Pajajaran bukan sekadar bangunan, tetapi memiliki nilai sejarah bagi lahirnya banyak atlet berprestasi. Karena itu, sudah saatnya fasilitas ini diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan olahraga masa kini,” katanya. (opy)