Menperin Lepas Lulusan SMAK dan SMTI 2026 di Bogor, SDM Industri Jadi Kunci Hilirisasi
Menteri Perindustrian Agus G Kartasasmita melepas 2.361 lulusan SMAK dan SMTI se-Indonesia di Bogor. Sebanyak 63 persen lulusan telah terserap di dunia industri.

HALLONEWS.ID – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, secara resmi melepas 2.361 lulusan Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) dan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) se-Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di SMK-SMAK Bogor (SMAKBO), Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Sebanyak 2.361 lulusan tersebut berasal dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri binaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, bahwa para lulusan SMAK dan SMTI akan menjadi bagian penting dalam mendukung masa depan industri nasional, terutama seiring upaya pemerintah memperkuat industrialisasi dan hilirisasi.
Menurutnya, arah pembangunan industri Indonesia sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, sehingga membutuhkan sumber daya manusia industri yang kompeten.
“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting,” tegas Agus kepada wartawan dikutip Jumat (17/7/2026).
Ia juga mengingatkan para lulusan agar selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja. Menurutnya, kompetensi harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan tanggung jawab.
“Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global,” ujarnya.
Pelepasan lulusan tahun ini mengusung tema “Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan.”
Kesembilan sekolah binaan Kementerian Perindustrian memiliki berbagai spesialisasi, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri hingga mekatronika yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing daerah.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menyampaikan bahwa lulusan sekolah vokasi Kemenperin terus menunjukkan daya saing tinggi di dunia kerja.
Ia mengungkapkan, hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau sekitar 63 persen dari total 2.361 lulusan telah diterima bekerja di berbagai perusahaan industri.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Doddy.
BPSDMI, lanjutnya, juga akan terus memberikan pendampingan kepada lulusan yang masih dalam proses mencari pekerjaan.
Selama tiga bulan ke depan, BPSDMI bersama masing-masing sekolah akan memberikan asistensi untuk mempercepat penyerapan lulusan ke dunia industri.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut mendampingi Menperin bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eko Prabowo, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Camat Bogor Utara, serta Lurah Tanah Baru. (opy)
