Sudirman Said Ungkap Fakta Baru Kasus Korupsi The Gasoline Godfather

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung terkait kasus Petral. Sudirman pun mengungkap praktik pengadaan minyak mentah Pertamina.

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB
Sudirman Said Ungkap Fakta Baru Kasus Korupsi The Gasoline Godfather
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Foto: Hallonews/Prana

HALLONEWS.ID – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kembali memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung untuk memberikan keterangan dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Sudirman tiba di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2026), mengenakan kemeja batik bernuansa hijau. Ia menyebut pemeriksaan kali ini merupakan yang ketiga dalam perkara tersebut.

“Undangan untuk memberikan keterangan. Kelihatannya masih urusan sama Petral itu,” ujar Sudirman kepada wartawan sebelum menjalani pemeriksaan.

Menurut Sudirman, penyidik kembali meminta keterangannya untuk mengklarifikasi sejumlah poin yang sebelumnya telah disampaikan dalam dua pemeriksaan terdahulu.

Ia menjelaskan bahwa keterangannya mencakup pengalaman saat menjabat sebagai Corporate Secretary dan Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina pada 2008–2009, serta ketika menjadi Menteri ESDM.

“Saya memenuhi undangan Kejaksaan Agung untuk kembali memberikan keterangan berkaitan dengan kasus Petral. Ini kedatangan saya yang ketiga. Saya menjelaskan apa yang saya lakukan, saya ketahui, dan saya alami ketika di Pertamina maupun saat menjadi Menteri ESDM. Hari ini ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi dan berita acara pemeriksaan sudah saya tandatangani,” jelasnya.

Saat ditanya apakah penyidik menggali informasi mengenai tersangka Mohammad Riza Chalid yang merupakan bos Petral, Sudirman mengatakan tidak ada pertanyaan yang secara khusus mengarah kepada sosok tersebut.

“Tidak spesifik, tetapi yang ditanyakan mengenai praktik pengadaan, kebijakan penentuan harga, dan mekanisme lainnya,” ujarnya.

Ketika kembali disinggung mengenai nama Riza Chalid, tokoh kunci di bisnis minyak hingga dijuluki The Gasoline Godfather, Sudirman hanya memberikan tanggapan singkat.

“Kalau nama itu kan terkenalnya dari dulu sampai sekarang,” ucapnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan tujuh tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang Petral.

Dua di antaranya adalah pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid serta IRW yang disebut sebagai tangan kanan Riza dan menjabat direktur di sejumlah perusahaan, yakni Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources.

Penyidik menduga perkara tersebut bermula dari kebocoran informasi rahasia internal Petral mengenai kebutuhan minyak mentah dan gasoline kepada pihak tertentu, yang kemudian dimanfaatkan dalam proses pengadaan sehingga diduga merugikan keuangan negara. (agn)