Gempa M 7,3 Guncang Meksiko, BMKG Pastikan Tak Berdampak ke Indonesia
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,3 mengguncang wilayah lepas pantai Chiapas, Meksiko, dan sempat memicu peringatan tsunami

HALLONEWS.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,3 mengguncang wilayah lepas pantai Chiapas, Meksiko, dan sempat memicu peringatan tsunami.
Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa tersebut tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia.
Gempa terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026 pukul 21.48.39 WIB atau sekitar pukul 08.48 waktu setempat.
Berdasarkan data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di laut, sekitar 58 kilometer barat daya Puerto Madero, Chiapas, dengan kedalaman hiposenter 18 kilometer.
Guncangan berkekuatan sedang hingga kuat dilaporkan dirasakan di sepanjang pesisir selatan Meksiko. Getaran juga terasa hingga negara tetangga, yakni Guatemala dan El Salvador.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Cocos yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Utara.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Cocos yang menyusup ke bawah Lempeng Amerika Utara dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (18/7/2026).
Menurut BMKG, hasil pengamatan menunjukkan gempa tersebut memicu tsunami kecil di wilayah pesisir. Tinggi gelombang yang tercatat mencapai sekitar 33 sentimeter di Puerto Madero dan Chiapas.
Meski memicu tsunami lokal, Daryono menegaskan kejadian tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Indonesia.
“Hingga saat ini tidak berdampak ke Indonesia,” tegasnya.
BMKG juga mencatat bahwa hingga Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 12.00 WIB, telah terjadi 30 kali gempa susulan (aftershock).
Dari jumlah tersebut, dua gempa memiliki magnitudo di atas 5,0, masing-masing berkekuatan M5,3 dan M6,0.
Sementara itu, hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi dari otoritas setempat mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Benua Amerika memang mengalami sejumlah aktivitas seismik berkekuatan besar.
Namun, setiap kejadian memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda sehingga perlu mengacu pada informasi resmi dari lembaga kebencanaan setempat dan otoritas geofisika. (opy)
