Mimpi Quadruple Arsenal Hancur! Man City Juara Carabao Cup Berkat “Bocah Ajaib” O’Reilly

Manchester City juara Carabao Cup 2026 usai mengalahkan Arsenal 2-0 di Wembley. Nico O’Reilly jadi pahlawan lewat dua gol cepat yang menghancurkan mimpi quadruple The Gunners.

Senin, 23 Maret 2026 - 9:00 WIB
Mimpi Quadruple Arsenal Hancur! Man City Juara Carabao Cup Berkat “Bocah Ajaib” O’Reilly
Para pemain City merayakan keberhasilannya meraih Piala Carabao (IG Manchester City)

HALLONEWS.ID – Manchester City sukses menjuarai Carabao Cup 2026 setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0 dalam partai final di Wembley, Minggu (22/3/2026).

Kemenangan ini tak lepas dari peran gemilang pemain muda Nico O’Reilly yang mencetak dua gol krusial dalam waktu singkat di babak kedua. Penampilan impresifnya membuatnya layak disebut sebagai “bocah ajaib” di laga puncak tersebut.

Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal tampil agresif dan mendominasi permainan. Tim asuhan Mikel Arteta langsung menekan lini pertahanan City dan menciptakan beberapa peluang emas.

Kai Havertz dan Bukayo Saka sempat mengancam gawang lawan, namun penampilan solid kiper City, James Trafford, berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Meski Arsenal lebih dominan di babak pertama, skor tetap bertahan 0-0 hingga turun minum. City terlihat lebih berhati-hati sambil menunggu celah untuk melakukan serangan balik.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Pada menit ke-60, kesalahan fatal dari Kepa Arrizabalaga menjadi titik balik laga.

Kiper Arsenal itu gagal mengantisipasi umpan silang yang dilepaskan oleh Rayan Cherki. Bola yang seharusnya bisa diamankan justru terlepas dan jatuh ke arah O’Reilly, yang tanpa kesulitan menanduk bola ke gawang kosong.

Gol tersebut langsung mengubah momentum pertandingan. Arsenal yang sebelumnya percaya diri mulai kehilangan konsentrasi, sementara City semakin percaya diri menekan pertahanan lawan.

Hanya berselang empat menit, tepatnya pada menit ke-64, O’Reilly kembali mencetak gol keduanya. Kali ini, ia memanfaatkan umpan matang dari Matheus Nunes untuk menggandakan keunggulan City menjadi 2-0.

Dua gol cepat tersebut membuat mental pemain Arsenal terpukul. Mereka mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Bahkan, salah satu peluang terbaik Arsenal hanya mampu membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, The Gunners gagal mencetak gol balasan.

Disorot Tajam

Kekalahan ini semakin disorot karena keputusan Arteta memainkan Kepa sebagai starter di laga final. Pilihan tersebut menuai kritik tajam, termasuk dari pundit sepak bola Jamie Redknapp.

Redknapp menilai keputusan tersebut sebagai perjudian besar yang berujung bumerang. Ia menyebut memainkan kiper pelapis di laga sepenting final adalah risiko yang seharusnya bisa dihindari, terlebih Arsenal memiliki kiper utama seperti David Raya.

Meski demikian, Arteta tetap membela keputusannya. Ia menegaskan bahwa Kepa telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Arsenal di kompetisi ini, sehingga keputusan tersebut dianggapnya adil.

Namun hasil akhir berkata lain. Kekalahan ini memastikan Arsenal gagal meraih ambisi besar mereka untuk menyapu bersih empat gelar musim ini atau quadruple.

Di sisi lain, keberhasilan City menjuarai Carabao Cup menegaskan dominasi tim asuhan Pep Guardiola di kancah domestik. Trofi ini menjadi gelar Liga Cup ke-9 bagi City sekaligus menambah koleksi prestasi Guardiola bersama klub tersebut.

Kemenangan ini juga menunjukkan kekuatan skuad City yang merata, termasuk kontribusi pemain muda seperti O’Reilly yang mampu tampil sebagai penentu di laga besar.

Sementara itu, Arsenal harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi lain seperti Premier League, FA Cup, dan Liga Champions jika ingin menyelamatkan musim mereka.(wib)