Halalbihalal Pemkab Lebak Ricuh, Wabup Amir Hamzah Disindir Mantan Napi oleh Bupati

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengaku tidak nyaman setelah kembali disebut mantan narapidana oleh Bupati Lebak dalam acara halalbihalal Pemkab Lebak.

Senin, 30 Maret 2026 - 13:04 WIB
Halalbihalal Pemkab Lebak Ricuh, Wabup Amir Hamzah Disindir Mantan Napi oleh Bupati
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengaku tidak nyaman setelah disebut mantan narapidana oleh Bupati Lebak dalam acara halalbihalal Pemkab Lebak. Foto: Hallonews/Yasril

HALLONEWS.ID — Kegiatan halalbihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, Senin (30/3/2026), yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan usai Idulfitri, justru diwarnai kericuhan dan polemik.

Peristiwa tersebut dipicu oleh pernyataan Bupati Lebak Hasbi Assadiky Jayabaya yang dalam sambutannya menyebut Wakil Bupati (Wabup) Lebak Amir Hamzah sebagai mantan narapidana (napi) di hadapan para pejabat dan pegawai negeri sipil.

Ucapan tersebut membuat suasana acara menjadi tidak nyaman. Amir Hamzah yang hadir dalam kegiatan itu sempat berdiri dan berusaha mendekati bupati untuk mengingatkan agar menjaga etika dalam forum resmi. Namun, langkahnya dihalangi oleh sejumlah pegawai yang menenangkannya dan mengajaknya keluar dari ruangan.

“Saya langsung berdiri untuk mengingatkan bupati agar bisa menjaga etika, namun saya dihalangi dan diajak keluar dari acara,” ujar Amir Hamzah saat ditemui Hallonews, di kediamannya, Senin (30/3/2026).

Mengaku Sudah Tidak Nyaman

Amir Hamzah mengaku pernyataan yang menyebut dirinya mantan narapidana bukan kali pertama disampaikan oleh bupati. Ia menyebut ucapan tersebut sudah berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan.

“Ucapan menyebut saya mantan napi ini bukan pertama kali, namun sudah sering,” ujarnya.

Ia mengaku merasa tidak nyaman dengan pernyataan tersebut, apalagi disampaikan dalam forum resmi di hadapan banyak pegawai pemerintah.

Istri Amir Hamzah Ikut Bereaksi

Istri Wakil Bupati Lebak, Susi Amir Hamzah, juga mengaku merasa sakit hati atas ucapan yang dilontarkan Bupati Lebak kepada suaminya di depan banyak orang.

“Saya sebagai istri tentu sangat sakit hati atas ucapan bupati,” ujarnya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perbincangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak dan masyarakat setempat, karena terjadi dalam acara resmi pemerintahan yang seharusnya berlangsung dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan pasca Idulfitri.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lebak terkait polemik tersebut hingga berita ini diturunkan. (yas)