Italia Hancur, Tangis Donnarumma Pecah Karena Mimpi Piala Dunia 2026 Kembali Sirna

Gianluigi Donnarumma tak kuasa menahan air mata usai Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dramatis dari Bosnia memperpanjang kutukan Azzurri.

Jumat, 3 April 2026 - 7:00 WIB
Italia Hancur, Tangis Donnarumma Pecah Karena Mimpi Piala Dunia 2026 Kembali Sirna
Untuk ketiga kali, Donnarumma gagal ke Piala Dunia 2026. (IG Donnarumma for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Kiper sekaligus kapten Italia, Gianluigi Donnarumma, tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah timnya kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Kekalahan menyakitkan dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff membuat Azzurri harus menelan pil pahit untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Italia tersingkir usai kalah dramatis lewat adu penalti 1-4, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu.

Hasil ini memperpanjang absensi Italia di ajang sepak bola terbesar dunia sejak terakhir tampil pada 2014.

Donnarumma mengaku sangat terpukul dengan kegagalan tersebut. Ia bahkan menangis usai pertandingan karena merasa gagal membawa negaranya kembali ke panggung Piala Dunia.

“Saya menangis karena kekecewaan besar tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya,” ungkap Donnarumma seperti dilansir TNT, Jumat (3/4/2026).

Kiper berusia 27 tahun itu juga menyebut seluruh tim merasakan kesedihan yang sama. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini bukan hanya miliknya, tetapi juga luka bagi seluruh penggemar Italia.

Ironisnya, sepanjang karier internasionalnya, Donnarumma belum pernah sekalipun tampil di Piala Dunia. Padahal, ia sudah menjadi andalan tim nasional sejak usia muda dan bahkan sukses membawa Italia menjuarai Euro 2020.

Dalam laga penentuan melawan Bosnia, Italia sebenarnya sempat unggul lebih dulu. Namun situasi berubah setelah kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni membuat tim bermain dengan 10 orang.

Bosnia kemudian menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang di babak adu penalti.

Kegagalan ini juga memicu krisis besar di sepak bola Italia. Desakan reformasi hingga pengunduran diri pejabat federasi mulai bermunculan, menandai betapa dalamnya luka yang dirasakan publik sepak bola Negeri Pizza tersebut.

Meski hancur, Donnarumma berjanji tidak akan menyerah. Ia menegaskan bahwa Italia harus bangkit dan kembali ke level tertinggi.

“Kami harus menemukan kekuatan untuk membawa Italia kembali ke tempat yang layak,” tegasnya.

Kini, mimpi Italia untuk kembali berjaya di Piala Dunia harus kembali ditunda, sementara tangis Donnarumma menjadi simbol pahit dari keterpurukan salah satu raksasa sepak bola dunia.(wib)