Gelombang Pasang Ekstrem Terjang Sulteng, Puluhan Rumah Rusak

Banjir rob akibat gelombang pasang menerjang Kabupaten Buol dan Banggai Laut. Puluhan rumah rusak, ratusan warga mengungsi.

Minggu, 19 April 2026 - 11:39 WIB
Gelombang Pasang Ekstrem Terjang Sulteng, Puluhan Rumah Rusak
BNPB for Hallonews foto : Kondisi permukiman warga yang diterjang cuaca esktrem di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

HALLONEWS.ID – Banjir rob akibat gelombang pasang ekstrem menerjang wilayah pesisir di Kabupaten Buol dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/4) dini hari, merusak puluhan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Kekinian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendataan dan koordinasi penanganan banjir rob yang menerjang wilayah pesisir di Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir pada Sabtu (18/4) dini hari. Gelombang pasang tiba-tiba menghantam permukiman warga sekitar pukul 03.00 WITA, mengubah kondisi laut yang semula tenang menjadi ancaman.

“Gelombang pasang ekstrem datang tiba-tiba dan langsung menghantam permukiman di garis pantai,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya kepada Hallonews, Minggu (19/4/2026).

Di Kabupaten Banggai Laut, banjir rob berdampak di sejumlah desa, termasuk Desa Lambako, Pasir Putih, dan Kendek. Sebanyak 15 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, tujuh rumah mengalami kerusakan ringan, sementara delapan lainnya rusak berat.

Warga dari rumah yang rusak berat terpaksa mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Selain itu, dua rumah terdampak di Desa Pasir Putih dengan enam jiwa terdampak, serta satu perahu warga di Desa Kendek dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Sementara di Kabupaten Buol, banjir rob terjadi di Desa Lakea I dan Desa Ngune, Kecamatan Lakea. Sebanyak lima rumah terendam di Desa Lakea I. Sedangkan di Desa Ngune, sekitar 50 rumah terdampak, memaksa 50 kepala keluarga atau sekitar 150 jiwa mengungsi.

BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, kerusakan permukiman dan dampak terhadap warga menjadi perhatian utama dalam penanganan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama instansi terkait telah diterjunkan untuk melakukan kaji cepat, pemantauan, serta koordinasi lanjutan di lokasi terdampak.

BNPB mengingatkan masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang dan banjir rob susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif. (dul)