Paman Kamrin Jadi Ketua Pokja PWI Manado, Kisah Jalan Kaki Mantos–Pineleng hingga Bangkit dari Keterpurukan
Mantan Pemred Radar Manado Itu Kini Dipercaya Pimpin Pokja PWI Manado.

HALLONEWS.ID – Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara periode 2026–2031 di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Rabu (13/5/2026), menghadirkan banyak cerita inspiratif.
Salah satu yang paling menyentuh datang dari jurnalis senior Hut Kamrin atau yang akrab disapa Paman Kamrin.
Dalam agenda pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum Akhmad Munir, perhatian publik tertuju kepada Kamrin saat dirinya dipanggil ke depan menerima pataka PWI dari Ketua PWI Sulut terpilih Sintya Bojoh.
Momentum tersebut menjadi titik emosional ketika Kamrin mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan sejak awal meniti karier sebagai wartawan di Manado.
Pernah Jalan Kaki dari Mantos ke Pineleng Demi Bertahan Hidup
Kamrin, pria kelahiran Flores, 17 Agustus 1980, awalnya datang ke Manado untuk menempuh pendidikan Filsafat di STF Seminari Tinggi Pineleng. Namun kondisi hidup memaksanya mencari pekerjaan demi bertahan.
Pada 2009, setelah kehilangan tempat tinggal karena pemilik rumah yang ditumpanginya meninggal dunia, Kamrin mencoba peruntungan di dunia jurnalistik melalui SKH Radar Manado, anak perusahaan Manado Post.
Ia diterima setelah mengikuti in house training selama sepekan sebelum ditempatkan di desk pantau kota.
“Tugas saya memantau tiang listrik miring, jalan berlubang, sampai mencari informasi bantuan sosial bermasalah,” kenang Kamrin.
Namun, perjuangan sesungguhnya dimulai ketika uang operasional dan biaya transportasi sering habis. Karena malu meminjam uang kepada rekan kerja, Kamrin memilih berjalan kaki dari kawasan Manado Town Square (Mantos) menuju Pineleng setiap selesai rapat redaksi dini hari.
“Butuh waktu sekitar 1 jam 15 menit berjalan kaki sampai di rumah kakak angkat saya di Pineleng. Biasanya selesai rapat proyeksi sekitar pukul 02.00 WITA,” ujarnya.
Keesokan paginya, ia kembali berjalan kaki dari Pineleng menuju kantor di kawasan Mantos.
“Kalau pagi sekitar 45 menit karena jalannya menurun. Saya berangkat jam 6 pagi supaya jam 7 sudah tiba di kantor,” katanya.
Rutinitas berat itu dijalaninya hampir satu tahun, sejak November 2010 hingga September 2011.
Kisah Haru Dibantu Senior Wartawan.
Kamrin juga mengenang perhatian dari seniornya, fotografer Radar Manado bernama Simson Tumundo.
Saat meliput kegiatan bantuan sosial di Lorong Mahawu, Tuminting, Simson mengetahui Kamrin sering bekerja tanpa makan cukup.
Kala itu, Simson meminta Kamrin memasukkan ubi rebus, pisang rebus, dan ikan bakar ke dalam kantong plastik hitam sebagai persediaan makan beberapa hari.
“Ngana isi tu pisang, ikan deng ubi di plastik hitam sana for makan tiga hari punya,” kenang Kamrin menirukan ucapan seniornya.
Tak hanya itu, Simson juga memberinya uang Rp25 ribu untuk ongkos pulang ke Pineleng dan kembali bekerja keesokan harinya.
Dari Wartawan Lapangan hingga Pemimpin Redaksi
Perjalanan karier Kamrin perlahan menanjak. Ia mulai dipercaya meliput di desk DPRD Manado sebelum ditugaskan menjadi Kepala Biro Bitung.
Kariernya mencapai puncak ketika dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Radar Manado pada 2016.
Pada 2020, Kamrin ikut mendirikan media online KOMENTAR.ID. Setelah pemilik media tersebut menetap di Amerika Serikat, Kamrin diberi mandat mengelola media itu hingga sekarang.
Kepercayaan terbaru datang ketika dirinya ditunjuk sebagai Ketua Pokja PWI Manado.
“Menjadi wartawan memang perlu ditempa dalam suasana jurnalistik yang keras tanpa ampun,” ujar Kamrin.
Klarifikasi Status Mantan Narapidana
Dalam kesempatan itu, Kamrin juga menyinggung masa lalunya terkait persoalan hukum yang pernah menjeratnya pada 2017 dalam kasus Undang-Undang Narkotika.
Ia menjalani hukuman selama 4 tahun 3 bulan setelah proses hukum hingga tingkat Mahkamah Agung.
“Urusan itu sudah selesai. Saya menjalani hukuman dengan taat dan kini sudah enam tahun kembali aktif bekerja sebagai wartawan di Manado,” katanya.
Kamrin mengaku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk berkarya di dunia jurnalistik dan dipercaya memimpin Pokja PWI Manado.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPP PWI dan pengurus PWI Sulut yang telah memberikan kepercayaan tersebut.
Ajak Wartawan Bersatu di Pokja PWI Manado
Sebagai Ketua Pokja PWI Manado, Kamrin berkomitmen menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah besar bagi seluruh wartawan di Kota Manado.
“Mari gabung di Pokja Manado. Kita saling menyokong dan saling mengoreksi untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (gin)
