Perfect Crown Tuai Badai! Adegan Penobatan IU dan Byeon Woo Seok Singgung Sejarah Korea
Perfect Crown menuai kontroversi besar jelang episode final usai adegan penobatan Byeon Woo Seok dinilai menyinggung sejarah Korea dan simbol hubungan dengan China.

HALLONEWS.ID – Drama fantasi sejarah populer Perfect Crown mendadak menjadi sorotan publik Korea Selatan menjelang penayangan episode finalnya pada Sabtu (16/5/2026).
Serial yang tengah ramai diperbincangkan itu kini dibanjiri kritik setelah episode ke-11 memunculkan adegan penobatan yang dianggap sensitif secara historis
Perdebatan bermula saat karakter Pangeran Agung Ian atau Yi Ahn yang diperankan Byeon Woo Seok resmi naik takhta dengan dukungan istrinya, Sung Hee Joo, yang dimainkan IU.
Dalam adegan tersebut, Yi Ahn tampil mengenakan mahkota kerajaan jenis Guryumyeongwan dengan sembilan untaian manik-manik di bagian depan dan belakang. Detail kostum inilah yang memicu polemik di kalangan penonton Korea.
Sejumlah warganet menilai penggunaan atribut tersebut tidak tepat karena secara historis mahkota itu identik dengan raja Dinasti Joseon yang berada dalam hubungan subordinat terhadap Kekaisaran China.
Padahal, dalam latar cerita Perfect Crown, Korea digambarkan sebagai negara monarki konstitusional alternatif di mana Dinasti Yi tetap bertahan dan negeri tersebut tidak pernah mengalami penjajahan Jepang.
Karena itu, sebagian penonton menilai karakter Yi Ahn seharusnya menggunakan Sipyiryumyeongwan, mahkota dengan 12 untaian manik-manik yang melambangkan kaisar dari negara berdaulat penuh.
Kontroversi semakin melebar setelah muncul seruan “Cheon-se” dalam prosesi penobatan. Dalam sejarah Korea, ungkapan itu digunakan untuk mendoakan kejayaan raja selama seribu tahun, sementara “Man-se” yang berarti sepuluh ribu tahun secara tradisional dipakai untuk kaisar.
Penggunaan istilah tersebut dianggap sebagian penonton sebagai simbol bahwa kerajaan dalam drama masih berada di bawah pengaruh China.
Di media sosial Korea Selatan, kritik terhadap serial ini pun bermunculan. Banyak penonton menuding drama tersebut secara tidak langsung menggambarkan Korea modern tetap berada dalam sistem tributari China.
Sebagian lainnya bahkan mengaitkan Perfect Crown dengan isu “Proyek Timur Laut China”, yakni kontroversi akademik dan politik terkait penafsiran sejarah hubungan China dan Korea.
Ini bukan kali pertama drama tersebut menuai kritik. Sebelumnya, penonton juga mempertanyakan penggambaran karakter ibu suri Yoon Yi Rang yang diperankan Gong Seung Yeon karena dinilai terlalu lemah secara politik dibanding putra mahkota.
Dalam sejarah Korea pra-modern, posisi ibu suri dikenal memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan kerajaan. Karena itu, sebagian penonton menganggap struktur kekuasaan dalam drama produksi MBC tersebut justru lebih menyerupai sistem monarki Jepang dibanding Joseon.
Meski menuai kritik tajam, Perfect Crown tetap menjadi salah satu drama dengan pembahasan paling ramai di Korea Selatan menjelang episode penutupnya. (agn)
