Tak Hanya Cek Fisik, Program CKG Pelajar Juga Deteksi Dini Gangguan Mental Anak
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar membantu mendeteksi dini gangguan kesehatan fisik dan mental anak. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mencegah penyakit dan mendukung tumbuh kembang generasi sehat.

HALLONEWS.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak usia dini, mulai dari gangguan fisik hingga kesehatan mental.
Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, kondisi kesehatan siswa dapat dipantau secara menyeluruh sehingga potensi penyakit maupun gangguan psikologis dapat diketahui lebih cepat dan segera ditangani.
Ketua Pokja IV PKK Kota Bogor, Nyimas Dwi Nofiska, mengatakan pemeriksaan kesehatan rutin penting dilakukan karena tidak semua gangguan kesehatan dapat terlihat secara langsung.
Menurutnya, banyak anak yang tampak sehat secara fisik, namun ternyata memiliki masalah kesehatan tertentu yang baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan medis.
“Melalui program ini, berbagai risiko kesehatan dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat,” ujar Nyimas, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, masa sekolah merupakan periode penting dalam memantau kondisi kesehatan anak.
Pada usia tersebut, anak rentan terpapar berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan, seperti pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, hingga penggunaan gawai yang berlebihan.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, jajanan yang kurang higienis, serta minimnya olahraga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak dan remaja.
Sementara itu, Rani Nurmega menilai Program CKG menjadi salah satu upaya preventif untuk mengurangi dampak dari berbagai faktor risiko tersebut.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan kesehatan mata, telinga, dan gigi, hingga skrining kesehatan jiwa.
Selain itu, siswa juga menjalani pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta pemeriksaan anemia khusus bagi remaja putri.
PKK Kota Bogor menegaskan bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Sebab, berbagai persoalan seperti perundungan atau bullying dapat memengaruhi kondisi psikologis anak jika tidak terdeteksi sejak dini.
Perubahan perilaku seperti menjadi lebih pendiam, murung, mudah cemas, atau menarik diri dari lingkungan sekitar dapat menjadi tanda awal adanya masalah yang perlu mendapat perhatian dari orang tua maupun pihak sekolah.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, gangguan kesehatan yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah antara lain masalah pencernaan, gangguan kesehatan gigi dan mulut, serta penyakit saluran pernapasan.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas maupun layanan kesehatan yang mendatangi sekolah secara langsung.
Pemerintah menargetkan seluruh anak usia sekolah mendapatkan pemeriksaan kesehatan minimal satu kali setiap tahun sebagai upaya membangun budaya hidup sehat sejak dini.
Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat juga terus digencarkan.
Siswa didorong membiasakan sarapan sebelum belajar, mengonsumsi sayur dan buah, serta aktif bergerak agar tetap sehat dan fokus selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. (opy)
