Pape Thiaw: Kami Takut kepada Tuhan, Bukan Tornado

Pelatih Senegal Pape Thiaw menjadi sorotan usai menegaskan timnya tetap menjalankan shalat Jumat di tengah ancaman tornado saat Piala Dunia 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 9:45 WIB
Pape Thiaw: Kami Takut kepada Tuhan, Bukan Tornado
Pelatih Senegal Pape Thiaw mencuri perhatian publik Piala Dunia 2026 usai memberikan jawaban kepada jurnalis Amerika Serikat. Foto: IG @foorballsenegal for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pelatih Timnas Senegal, Pape Thiaw, mencuri perhatian publik Piala Dunia 2026 setelah memberikan jawaban menohok kepada seorang jurnalis Amerika Serikat yang mempertanyakan keputusan skuadnya tetap menjalankan shalat Jumat di tengah ancaman tornado.

Insiden itu terjadi dalam konferensi pers jelang pertandingan Senegal, Senin (15/6/2026). Seorang wartawan menyinggung langkah para pemain Senegal yang tetap keluar dari tempat penginapan untuk menunaikan ibadah, meski pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mengeluarkan imbauan agar warga tidak beraktivitas di luar rumah akibat cuaca ekstrem.

Alih-alih terpancing emosi, Pape Thiaw memilih menjawab dengan tenang namun tegas.

“Apa ada yang lebih penting dari shalat? Kalian takut pada angin, tapi kami takut kepada Tuhan yang menciptakan angin,” ujar Pape di hadapan para wartawan.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan dan membuat suasana ruang konferensi pers hening. Sebelumnya, Timnas Senegal memang sempat mendapat kritik dari sejumlah pihak karena dianggap mengabaikan imbauan keselamatan akibat ancaman tornado di sekitar lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Pape menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat Jumat merupakan kewajiban agama yang tidak bisa ditinggalkan. Menurutnya, keyakinan yang dipegang para pemain tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah jadwal padat turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Pelatih Senegal itu bahkan menegaskan bahwa timnya akan tetap menjalankan ibadah apabila suatu saat berhasil mencapai partai puncak Piala Dunia yang bertepatan dengan hari Jumat.

“Jika kami lolos ke final Piala Dunia dan pertandingan berlangsung pada hari Jumat, kami tetap akan melaksanakan ibadah kami,” tegasnya.

Bagi Pape dan skuad Senegal, hasil pertandingan bukanlah segalanya. Ia menilai kekalahan di lapangan hijau lebih ringan dibanding meninggalkan kewajiban agama yang diyakini.

Sikap tersebut memperlihatkan prinsip yang dipegang kuat oleh Timnas Senegal di tengah sorotan dunia. Di Piala Dunia 2026, Senegal menjadi salah satu wakil unggulan Afrika dan bersaing di Grup I bersama tim-tim kuat seperti Prancis, Norwegia, dan Irak.

Di tengah tekanan persaingan turnamen dan kondisi cuaca ekstrem di Amerika Serikat, Pape Thiaw memilih menyampaikan pesan sederhana namun kuat: bagi timnya, kewajiban kepada Tuhan tetap berada di atas segala urusan dunia, termasuk sepak bola. (agn)