Citra Satelit Ungkap Kerusakan di PLTN Bushehr Iran, Kekhawatiran Dunia Meningkat
Citra satelit terbaru menunjukkan kerusakan di dalam kompleks PLTN Bushehr, Iran. IAEA memastikan dampak serangan di sekitar fasilitas nuklir tersebut.

HALLONEWS.ID – Citra satelit terbaru mengungkap adanya kerusakan di dalam kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran, memicu kekhawatiran internasional terhadap keselamatan salah satu fasilitas nuklir sipil paling penting di negara tersebut.
Analisis citra satelit yang dipublikasikan Al menunjukkan sejumlah bangunan dan infrastruktur di dalam kawasan Bushehr mengalami kerusakan akibat serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, tingkat kerusakan pada reaktor utama belum dapat dipastikan secara independen.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebelumnya mengonfirmasi bahwa serangan memang terjadi sangat dekat dengan PLTN Bushehr. Berdasarkan analisis lembaga tersebut, proyektil menghantam area di sekitar fasilitas, namun hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya kerusakan pada reaktor maupun kebocoran material radioaktif.
Bushehr merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di Iran dan memasok listrik bagi jutaan penduduk. Karena lokasinya berada di pesisir Teluk Persia, setiap ancaman terhadap fasilitas ini menjadi perhatian serius negara-negara kawasan maupun komunitas internasional.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir berpotensi menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang sangat besar apabila sampai terjadi pelepasan zat radioaktif ke lingkungan.
Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sejumlah wilayah strategis, termasuk instalasi militer, pelabuhan, hingga infrastruktur energi, dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir.
Hingga kini, otoritas Iran belum merilis laporan resmi mengenai tingkat kerusakan di dalam kompleks Bushehr maupun dampaknya terhadap operasional pembangkit.
Sementara itu, IAEA menyatakan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan nuklir tetap terjaga di tengah konflik yang masih berlangsung. (wib)
