KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Hari Ketiga Fokus Temukan 25 Penumpang Hilang

Pencarian korban KM Nurul Salsa terus berlanjut. Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat setelah memverifikasi 25 penumpang masih dinyatakan hilang.

Sabtu, 18 Juli 2026 - 9:46 WIB
KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Hari Ketiga Fokus Temukan 25 Penumpang Hilang
Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi. (foto: Pemprov Sulsel for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Memasuki hari ketiga pencarian, Basarnas memperbarui data korban dan menyatakan sebanyak 25 penumpang masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, pembaruan data dilakukan setelah pihaknya menerima laporan tambahan dari keluarga korban yang sebelumnya belum tercatat dalam manifest maupun data awal.

“Kami terus memperbarui data korban berdasarkan hasil verifikasi dari laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi. Langkah itu dilakukan agar seluruh informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, KM Nurul Salsa diketahui mengangkut 78 orang saat mengalami kecelakaan di perairan barat Pulau Polassi.

Dari jumlah tersebut, 52 penumpang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, dan 25 lainnya masih dinyatakan hilang.

Arif menjelaskan, bertambahnya jumlah korban yang dicari bukan karena adanya korban baru, melainkan hasil pemutakhiran data setelah posko menerima laporan dari sejumlah keluarga korban yang belum terdata sebelumnya.

Untuk mempercepat pencarian, tim SAR membagi area operasi menjadi dua sektor. KN SAR Kamajaya 104 melakukan penyisiran di sektor kedua, sementara KRI Marlin 877 difokuskan di sektor pertama.

Selain pencarian melalui jalur laut, operasi juga diperkuat dengan pemantauan udara menggunakan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin.

“Operasi pencarian juga diperkuat dukungan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang melakukan pemantauan dari udara secara berkala. Seluruh unsur yang terlibat terus berupaya memaksimalkan pencarian agar seluruh korban dapat segera ditemukan secepat mungkin,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkoordinasi dengan Basarnas Makassar untuk mendukung operasi pencarian.

“Kami berkoordinasi dan telah kerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Andi Sudirman.

Basarnas menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai Search and Rescue Action Plan (SARMAP) dengan mengerahkan seluruh unsur yang terlibat, baik melalui jalur laut maupun udara.

Diketahui, KM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026) pukul 05.00 WITA.

Dalam perjalanan, kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.

Gelombang setinggi sekitar 2,5 meter menyebabkan kapal mengalami kecelakaan dan menyulitkan proses evakuasi serta pencarian korban. (iin)