Arsenal Diuntungkan, City Terjepit! Analisis Peluang Wakil Inggris di 16 Besar Liga Champions
Analisis peluang Arsenal dan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions. Arsenal diuntungkan lawan Bayer Leverkusen, sementara City hadapi ujian berat kontra Real Madrid.

HALLONEWS.ID – Undian babak 16 besar Liga Champions menghadirkan dua cerita berbeda bagi wakil Inggris. Arsenal mendapat jalur yang relatif lebih bersahabat, sementara Manchester City justru dihadapkan pada ujian berat melawan raksasa Eropa.
Arsenal akan menghadapi Bayer Leverkusen. Secara historis dan komposisi skuad saat ini, The Gunners memiliki peluang besar untuk melaju.
Tim asuhan Mikel Arteta tampil konsisten di fase grup dan menunjukkan keseimbangan antara lini serang agresif serta pertahanan solid.
Leverkusen memang bukan lawan yang bisa diremehkan, tetapi performa mereka musim ini tidak seimpresif dua musim lalu.
Sejak memenangkan Bundesliga di bawah asuhan Xabi Alonso, Leverusen kini hanya berada di posisi keenam, hingga pelatih Arsenal Mikel Arteta merasa antusias menghadapi klub Jerman itu.
“Kami berhak berada di posisi yang kuat dengan apa yang telah kami lakukan di babak penyisihan grup,”kata Mikel Arteta dalam konferensi persnya, Jumat (27/2/2026).
“Sekarang kita perlu mulai menganalisis mereka dan mencari cara untuk jadi lebih baik dan mencoba untuk melewati babak penyisihan,” katanya.
Jika Arsenal mampu mencuri poin di leg pertama dan menjaga stabilitas permainan, peluang ke perempat final terbuka lebar. Bahkan secara hitung-hitungan di atas kertas, Arsenal berpotensi menghindari bentrok dini dengan sesama tim Inggris.
Situasi berbeda dialami Manchester City. Juara bertahan Liga Champions itu harus kembali berhadapan dengan Real Madrid—tim dengan DNA kuat di kompetisi Eropa. Madrid kerap menjadi batu sandungan bagi klub-klub Inggris, termasuk City di musim-musim sebelumnya.
Selain kualitas lawan, padatnya jadwal juga menjadi tantangan bagi pasukan Pep Guardiola. Mereka harus membagi fokus antara Liga Champions, kompetisi domestik, dan potensi final piala. Rotasi pemain dan kedalaman skuad akan menjadi faktor penentu.
Secara kualitas, City tetap punya peluang besar karena pengalaman dan mental juara. Namun dibanding Arsenal, jalan mereka jelas lebih terjal.
Manchester City tidak hanya akan menghadapi dua tugas berat melawan Real Madrid dalam waktu dekat, tetapi kedua pertandingan melawan Madrid tersebut akan berada di tengah-tengah rangkaian pertandingan yang tampaknya menantang bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Antara tanggal 7 Maret dan 22 Maret, City harus bermain tandang melawan Newcastle di Piala FA, kemudian melakukan perjalanan ke Madrid pada pertengahan pekan, sebelum kembali beraksi di Liga Premier melawan West Ham .
Mereka kemudian akan menghadapi Real Madrid di tengah pekan sebelum melawan Arsenal di final Piala Carabao pada hari Minggu, 22 Maret.
Peluang Manchester City menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions dinilai cukup terbuka, meski tidak sepenuhnya aman.
Berdasarkan analisis empat laga terakhir di Liga Champions, City mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan. Mereka tampil meyakinkan saat menang 2-0 atas Galatasaray serta sukses menundukkan Madrid 2-1 di fase grup. Hasil tersebut menjadi modal psikologis penting karena membuktikan skuad asuhan Pep Guardiola mampu membongkar pertahanan Los Blancos.
Namun, inkonsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Kekalahan dari Bodø/Glimt dan Bayer Leverkusen menunjukkan City bisa kehilangan kontrol, terutama saat bermain tandang. Hal ini menjadi perhatian karena leg di Santiago Bernabeu kerap menghadirkan tekanan besar bagi tim tamu.
Secara kualitas dan pengalaman, City tetap punya kapasitas untuk lolos. Namun konsistensi permainan, efektivitas lini depan, dan ketahanan mental akan menjadi penentu utama dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat tersebut.(wib)
