Awas! Anak Krakatau Naik Siaga III, Ini Imbauan bagi Kapal yang Melintas di Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau naik ke Level III Siaga. Kapal yang melintas di Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan resmi KSOP.

HALLONEWS.ID – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Seluruh kapal yang melintasi perairan Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan pelayaran.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha mengatakan peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
”Kami mengimbau seluruh nakhoda, pemilik kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, hingga pengguna jasa angkutan laut agar mengikuti seluruh arahan keselamatan selama aktivitas vulkanik masih berada pada Level III (Siaga),” kata Yogie dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (5/7/2026).
Berikut sejumlah imbauan yang harus diperhatikan para pelaut:
1. Tingkatkan kewaspadaan saat melintasi Selat Sunda
Seluruh kapal yang beroperasi di perairan Selat Sunda diminta mewaspadai potensi letusan Gunung Anak Krakatau, termasuk lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan navigasi.
2. Pantau informasi resmi secara berkala
Para nakhoda diimbau terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi yang diterbitkan PVMBG, BMKG, maupun instansi pemerintah agar dapat mengambil langkah antisipasi sejak dini.
3. Dilarang memasuki radius 5 kilometer dari kawah aktif
Selama status Level III (Siaga) masih berlaku, seluruh kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi PVMBG.
4. Segera lakukan penghindaran jika muncul potensi bahaya
Apabila ditemukan indikasi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran, nakhoda diminta segera mengambil langkah penghindaran dan melaporkan kondisi tersebut kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, atau instansi berwenang lainnya.
KSOP berharap seluruh pelaku pelayaran mematuhi imbauan tersebut agar aktivitas pelayaran di Selat Sunda tetap berlangsung aman di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dul)
