Balita Terperosok ke Lubang di Tebet, Legislator DKI Desak Evaluasi Pengawasan Proyek

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta seluruh proyek konstruksi memperkuat sistem pengamanan setelah insiden balita terperosok ke lubang galian di Tebet.

Senin, 29 Juni 2026 - 23:20 WIB
Balita Terperosok ke Lubang di Tebet, Legislator DKI Desak Evaluasi Pengawasan Proyek
Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan.

HALLONEWS.ID – Jajaran Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta seluruh pihak yang mengerjakan proyek konstruksi meningkatkan standar keselamatan menyusul insiden balita yang terperosok ke lubang galian di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan setiap pekerjaan konstruksi harus mengutamakan perlindungan masyarakat dengan memasang sistem pengamanan yang memadai, terutama pada lokasi yang berpotensi membahayakan warga.

“Keberadaan rambu peringatan saja belum cukup apabila tidak didukung pagar pembatas, pencahayaan yang memadai, serta penanda yang mudah terlihat, terutama pada sore hingga malam hari,” ujar Yuke pada, Senin (29/6/2026).

Legislator Fraksi PDIP itu mengingatkan anak-anak memiliki keterbatasan dalam mengenali potensi bahaya sehingga langkah pencegahan harus dibuat lebih maksimal.

Meski informasi awal menyebut proyek tersebut diduga dikelola pihak swasta, ia menegaskan seluruh pelaksana proyek, baik pemerintah maupun swasta, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keselamatan masyarakat.

“Pengawasan terhadap seluruh pekerjaan konstruksi harus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Yuke.

Yuke berharap seluruh kontraktor dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan proyek, sehingga aktivitas pembangunan dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan warga di sekitarnya.

“Jangan sampai proyek pembangunan justru membahayakan masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, seorang balita berusia 4 tahun berinisial I meregang nyawa
setelah terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026). Bocah itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit pada Ahad (28/6/2026).

Kejadian nahas itu bermula ketika korban tengah bermain bersama sejumlah temannya di sekitar lokasi proyek pada Sabtu jelang tengah malam. Apesnya, bocah itu dilaporkan terpeleset ke dalam lubang fondasi proyek sedalam 3,5-4 meter. (fer)