Bikin Bangga! Seorang Guru MTsN 1 Medan Ikuti Pelatihan Internasional di China

Guru MTsN 1 Medan, Sumut, Fajar Lailatul Mi’rojiyah, menorehkan prestasi membanggakan. Dia terpilih mewakili Indonesia dalam pelatihan pendidikan internasional di China.

Minggu, 24 Mei 2026 - 9:04 WIB
Bikin Bangga! Seorang Guru MTsN 1 Medan Ikuti Pelatihan Internasional di China
Dok Kemenag foto : Guru MTsN 1 Medan, Fajar Lailatul Mi’rojiyah, yang mewakili Indonesia dalam pelatihan pendidikan internasional di China.

HALLONEWS.ID – Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Medan, Fajar Lailatul Mi’rojiyah, terpilih mewakili Indonesia dalam program internasional “Training Program for Backbone Teachers of Luban Workshop in Asia Countries” di China.

Program tersebut diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan diikuti guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan internasional itu berlangsung selama 14 hari mulai 21 Mei 2026 dengan fokus pada peningkatan kompetensi pendidikan dan pengembangan keterampilan vokasi di kawasan Asia.

Laila, sapaan akrab Fajar Lailatul Mi’rojiyah, merupakan guru mata pelajaran IPA di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan yang telah mengabdi sejak 2010.

Selain aktif mengajar, Laila juga dikenal sebagai pembimbing Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan MYRES yang konsisten mendampingi siswa meraih prestasi.

Berbagai siswa binaannya berhasil meraih penghargaan mulai tingkat provinsi hingga nasional berkat ketekunan dan kesabarannya dalam membimbing.

Dikutip dari keterangan resmi Kemenag, Laila dan para peserta pelatihan akan mendapatkan materi pengembangan pendidikan, pengalaman kolaborasi internasional, serta pengenalan teknologi pendidikan modern.

“Para peserta akan mendapatkan berbagai materi pelatihan, pengalaman kolaborasi internasional, serta pengenalan teknologi pendidikan modern. Kesempatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global,” ujar Laila di Medan, Kamis (21/5/2026).

Perjalanan menuju program internasional tersebut tidak mudah karena peserta wajib memenuhi syarat kemampuan bahasa Inggris melalui sertifikat resmi yang diakui internasional.

Laila harus melampirkan skor kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS minimal 5.0, TOEFL ITP minimal 460, TOEFL iBT minimal 45, atau English Score British Council level B2 yang diterbitkan lembaga resmi dan masih berlaku maksimal tiga tahun.

Perempuan yang memulai karier mengajar di MAS Modern Al Islam, Jember, Jawa Timur itu berharap pencapaiannya dapat memotivasi guru dan siswa untuk terus berprestasi.

Menurutnya, dedikasi guru tidak hanya terlihat saat mengajar di kelas, tetapi juga dalam semangat membimbing generasi muda agar mampu bersaing.

Sebelum berangkat ke China, Laila juga memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar dan tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan.

Ia menegaskan kerja keras, doa, dan kesungguhan menjadi kunci penting untuk membuka jalan menuju kesuksesan.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Medan, Syakhrim Harahap, mengaku bangga atas pencapaian salah satu guru di madrasahnya tersebut.

Menurut Syakhrim, keberhasilan itu menjadi motivasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama pelatihan di China dapat dibagikan kepada guru dan siswa setelah kembali ke Indonesia.

“Kabar ini sangat membahagiakan sekaligus memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua. Semoga akan lebih banyak lagi guru-guru yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional,” ujarnya. (gaa)