China Siapkan Lompatan Teknologi: AI, 6G hingga Energi Fusi Masuk Prioritas Nasional

China menargetkan pengembangan industri teknologi masa depan seperti AI, komputasi kuantum, hingga komunikasi 6G dalam Rencana Lima Tahun 2026–2030.

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:27 WIB
China Siapkan Lompatan Teknologi: AI, 6G hingga Energi Fusi Masuk Prioritas Nasional
Robot-robot industri bersiaga di lini produksi sebuah pabrik manufaktur di Shanghai, China, 8 Desember 2025. Teknologi otomasi dan robotika menjadi salah satu fokus utama pengembangan industri masa depan China. Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah China menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan industri teknologi masa depan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Hal tersebut tercantum dalam laporan kerja pemerintah yang disampaikan kepada badan legislatif tertinggi negara itu pada Jumat (6/3/2026).

Dalam dokumen tersebut, Beijing menekankan pentingnya memperkuat berbagai sektor industri strategis baru yang dinilai akan menjadi motor ekonomi global pada dekade mendatang.

Fokus pada Industri Teknologi Strategis

Pada tahun 2026, China akan mempercepat pengembangan sejumlah sektor industri unggulan yang sedang berkembang.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain sirkuit terpadu (semikonduktor), penerbangan dan kedirgantaraan, biomedis, dan ekonomi dataran rendah (low-altitude economy).

Pemerintah juga menyoroti sejumlah bidang teknologi masa depan yang diperkirakan akan memainkan peran penting dalam transformasi industri global.

Bidang tersebut meliputi energi masa depan, teknologi kuantum, kecerdasan buatan (AI), antarmuka otak-komputer, dan komunikasi seluler 6G.

Strategi dalam Rencana Lima Tahun 2026–2030

Prioritas pengembangan teknologi tersebut juga tercantum dalam draf Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026–2030) yang diserahkan bersamaan dengan laporan pemerintah.

Dokumen itu menegaskan bahwa China akan mempercepat pengembangan industri strategis baru dalam lima tahun mendatang.

Beberapa sektor yang akan menjadi fokus antara lain teknologi informasi generasi baru, energi baru, material canggih, kendaraan listrik pintar dan terhubung, robotika, biomedis, peralatan industri berteknologi tinggi, dan industri kedirgantaraan.

Dorong Terobosan Teknologi Inti

Selain memperkuat industri strategis, China juga menargetkan munculnya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis teknologi mutakhir.

Beberapa teknologi yang menjadi fokus pengembangan meliputi teknologi kuantum, biomanufaktur, energi fusi hidrogen dan nuklir, kecerdasan buatan terwujud (embodied AI), antarmuka otak-komputer, dan komunikasi seluler 6G.

Pemerintah China menegaskan akan mempercepat upaya mencapai kemandirian teknologi, terutama dalam penguasaan teknologi inti yang selama ini masih didominasi negara maju.

Bangun Pusat Inovasi Kelas Dunia

Dalam dokumen tersebut, Beijing juga berencana membangun tiga pusat internasional inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditargetkan menjadi motor inovasi global.

Selain itu, pemerintah China akan mendorong terobosan teknologi di seluruh rantai produksi pada sejumlah sektor penting seperti industri semikonduktor, peralatan mesin presisi, instrumen teknologi tinggi, perangkat lunak dasar, material canggih, dan biomanufaktur.

Melalui strategi ini, China berharap mampu memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan utama dalam inovasi teknologi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonominya dalam jangka panjang. (ren)